JawaPos.com - Ketua Umum Pagar Nusa M. Nabil Haroen mengecam tindakan represif sejumlah oknum kepolisian di Sukoharjo. Akibat kejadian tersebut, sedikitnya sembilan anggota Pagar Nusa mengalami luka-luka. Nabil melaporkan kejadian itu ke PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Serta akan melaporkannya ke Polda Jawa Tengah.
Secara khusus Nabil bersama rombongannya mengadukan kejadian tersebut di kantor PB IPSI di komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta kemarin (24/9). Dia disambut oleh Ketua Harian PB IPSI Benny G. Sumarsono. Usai pertemuan tertutup, mereka berdua menyampaikan pernyataan pers kepada awak media.
Nabil mengungkapkan oknum polisi yang terlibat kejadian itu sudah diperiksa oleh Propam. Sementara di internal Pagar Nusa juga melakukan kajian hukum, sebagai dasar pelaporan kejadian tersebut ke Polda Jawa Tengah.
"Kejadiannya itu 7-8 September. Saya hadir di lokasi," katanya.
Nabil mengatakan saat itu ada 375 orang yang dilantik atau dikukuhkan sebagai anggota baru Pagar Nusa. Selain itu ada seribuan undangan yang hadir. Nabil hadir di lokaso acara dan sempat memberikan sambutan. Sampai pukul 22.00 WIB dia berada di lokasi dan tidak ada gesekan apapun.
Dia mendapatkan kabar sekitar pukul 23.00 WIB mulai terjadi gesekan. Sejumlah oknum polisi menyisir rumah warga, yang menjadi titik kumpul anggota Pagar Nusa.
"Sampai masuk rumah diminta jongkok sampai disetrum pakai alat kejut," ungkapnya.
Kemudian ada juga anggota Pagar Nusa yang merekam kejadian, malah ditodong menggunakan senjata pelontar gas air mata. Dia menegaskan saat itu sama sekali tidak ada indikasi gesekan Pagar Nusa dengan kelompok bela diri lain.
"Kami tidak konvoi. Kami dapat izin juga. Tidak ada kenalpot brong," ungkapnya.
Dia prihatin upaya oknum dari kepolisian tersebut terlalu berlebihan. Bahkan saat ini Pagar Nusa kesulitan mencari orang dan korban lain yang berani bersuara. Karena mereka khawatir berhadapan dengan kepolisian. Dalam catatan Pagar Nusa ada sembilan orang anggota mereka yang mengalami luka.
"Polisi sebenarnya punya kompetensi untuk membina kami. Tapi jangan dibinasakan," katanya.
Dia menegaskan polisi dan Pagar Nusa NU serta elemen lain barus kompak mempromosikan pencak silat. Sebagai seni beladiri asli Indonesia.
Dia juga menyampaikan sudah mendapatkan kabar dari jajaran kepolisian. Bahwa Propam sudah memeriksa sejumlah oknum. Dia berharap polisi bisa profesional dalam menjalankan tugasnya.
"Ini yang terakhir. Jangan sampai terjadi kejadian serupa," tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Harian PB IPSI Benny G. Sumarsono mengaku sudah melihat rekaman video kejadian tersebut. "Saya miris dan sedih atas tindakan demikian," katanya.
Dia mengimbau semua pihak untuk bisa jaga diri dan mawas diri. Semuanya harus introspeksi. Kemudian aparat keamanan atau personel kepolisian harus mengayomi warganya.