JawaPos.com - Sebanyak 236 pendaftar yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi calon pimpinan (capim) dan 146 calon anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menjelani tes tertulis di Pusat Pengembangan Kompetensi ASN, Kementerian Sekretariat Negara, pada Rabu (31/7).
Mantan penyidik KPK Yudi Purnomo mengingatkan panitia seleksi (pansel) tak hanya sekadar pilih yang pintar. Tapi juga memenuhi kriteria yakni integritas tinggi, rekam jejak yang baik tanpa cacat, ilmu yang mumpuni, kaya akan pengalaman, serta berani melawan korupsi yang dilandasi indepedensi.
"Pintar saja tidak cukup dalam memberantas korupsi, apalagi jika ternyata integritasnya bermasalah, bahkan rekam jejaknya diragukan bisa memberantas korupsi secara independen," kata Yudi Purnomo kepada wartawan, Rabu (31/7).
Yudi berharap, tahapan seleksi yang semakin mengerecut agar Pansel dapat memilih 10 orang capim definitif yang akan diserahkan ke DPR, setidaknya tidak ada orang yang bermasalah. Karena itu, Pansel idealnya harus berani mencoret Capim dan yang ditemukan bermasalah, baik karena ada laporan masyarakat maupun informasi lainnya.
"Sementara untuk seleksi Dewas, hal yang sama. Sebab Dewas mempunyai peran penting untuk menjaga standar etik bagi pimpinan dan pegawai KPK," tegas Yudi.
Sebelumnya, Ketua Pansel Capim KPK Yusuf Ateh menyampaikan, sebanyak 236 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi Capim KPK periode 2024-2029. Menurutnya, 236 Capim KPK yang lolos seleksi administrasi itu terdiri dari 221 orang laki-laki dan 15 orang perempuan.
Sementara, calon anggota Dewas KPK, 140 orang yang lolos terdiri dari 130 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. Mereka yang dinyatakan lolos akan mengikuti tahap berikutnya, yakni tes tertulis.
Tes tertulis akan diselenggarakan di Pusat Pengembangan Kompetensi ASN Kementerian Sekretariat Negara, Jalan Gaharu l No. 1, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Rabu (31/7). (*)