Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Januari 2024 | 00.08 WIB

Harlah Muslimat NU, Khofifah Sebut Kaum Ibu Jadi Pilar Penting Capai Ketahanan Nasional

Acara Harlah ke-78 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (20/1) pagi. - Image

Acara Harlah ke-78 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (20/1) pagi.

JawaPos.com–Harlah ke-78 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (20/1) pagi, dihadiri Presiden Joko Widodo. Presiden mengenakan kemeja putih dipadu jas dengan sarung hijau dan peci hitam.

Presiden Jokowi mengingatkan agar rakyat Indonesia tidak terpecah karena beda pilihan dalam pemilu.

”Sebentar lagi kita akan pemilu. Pemilihan presiden dan legislatif. Proses pemilu penting dan menentukan, tapi kita tak ingin gara-gara pemilu, gara-gara beda pendapat, gara-gara beda pilihan kita saling menghujat, tidak boleh,” kata Jokowi. 

Jokowi mengingatkan kerukunan antar warga selama pemilu. Jangan sampai ada perpecahan atau konflik antara tetangga.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, kesiapan Muslimat NU mendukung dan menyokong visi Indonesia Emas 2045. Harlah ke-78 Muslimat NU mengambil tema Membangun Ketahanan Keluarga untuk Menguatkan Ketahanan Nasional.

Menurut Khofifah, perempuan atau seorang ibu memiliki peran yang sangat besar karena menjadi pilar penting dalam membangun keluarga yang berkualitas. Perempuan menjadi sosok penentu atas pertumbuhan perkembangan anak-anak, baik fisik, mental, maupun spiritual.

”Inilah yang menjadi spirit dalam harlah Muslimat NU ke-78 kali ini. Membangun ketahanan keluarga, untuk menguatkan ketahanan nasional,” ungkap Khofifah.

Khofifah mengatakan, pada 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70 persen dalam usia produktif (15-64 tahun). Sisanya 30 persen merupakan penduduk yang tidak produktif (usia di bawah 14 tahun dan di atas 65 tahun) pada periode 2020-2045.

Khofifah menyatakan, Muslimat NU yang memiliki jumlah anggota hingga 30 juta orang terus berfokus pada upaya peningkatan kualitas keluarga melalui kaum ibu. Sehingga, mampu menghasilkan generasi yang juga berkualitas, sehat, kuat, dan tangguh.

Keluarga, lanjut Khofifah, merupakan bangunan terkecil dalam masyarakat, dari masyarakat tersusun suatu negara dan bangsa. Apabila keluarga baik, masyarakat menjadi baik, dari masyarakat yang baik lahir bangsa yang baik.

”Institusi keluarga adalah sarana awal pembinaan pembangunan manusia yang seutuhnya. Oleh karena itu, pembangunan keluarga yang kokoh dan tangguh, merupakan kebutuhan mendasar suatu negara,” terang Khofifah.

Khofifah juga menyatakan, Muslimat NU siap menurunkan angka stunting di Indonesia sesuai target pemerintah yakni 14 persen pada 2024. Muslimat NU telah melakukan serangkaian program dalam rangka mencapai target pemerintah tersebut. Program itu disebut sebagai program untuk mendukung Indonesia Emas 2045.

”Kami sudah melantik dan mengukuhkan Ibu asuh menurunkan stunting di semua provinsi,” ujar Khofifah.

Dalam acara tersebut, juga turut dibacakan ikrar komitmen Muslimat NU untuk menurunkan stunting. Turut hadir dalam acara tersebut Presiden Joko Widodo, Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Selain itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Hadir pula tokoh lain seperti istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid, beserta putrinya, Yenny Wahid.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore