
Gus Iqdam di acara pengajian Haul Leluhur Soimah Pancawati di Pendopo Tulungo Bantul, Yogyakarta./
JawaPos.com–Ribuan jamaah memadati pendopo dan sepanjang Jalan Imogiri Barat pada Jumat (24/11) malam. Mereka menghadiri pengajian akbar Gus Iqdam.
Dilansir dari radartulungagung.com pada Minggu (26/11), acara pengajian akbar Gus Iqdam itu dalam rangka haul leluhur Soimah Pancawati dan suaminya, Herwan Prandoko. Antusiasme luar biasa ditunjukkan para jamaah yang rela berdesak-desakan dan menunggu berjam-jam demi mendengarkan ceramah sang dai kondang.
Kehadiran Soimah, artis yang dikenal dengan karakter unik menjadi perhatian masyarakat. Soimah, yang sering muncul di acara televisi nasional, mampu mengubah suasana dengan intuisi jenaka.
Bakat menyanyi dengan nada tinggi yang jarang dimiliki orang, membuatnya menjadi daya tarik tersendiri. Soimah mengungkapkan masa kecilnya adalah masa pendiam dan terkekang pendidikan yang keras dari orang tua.
Meskipun pendiam, Soimah tak pernah membantah atau menentang. Bahkan, pengalaman masa kecil, Soimah tidak pernah semaur dengan orang tuanya.
Dalam pengajian tersebut, Soimah berbagi kisah tentang bagaimana orang tuanya yakin bahwa dia bisa menyanyi dan melucu, kendati Soimah merasa terkekang.
Gus Iqdam, menanggapi bahwa kesabaran membawa kemuliaan menurut ajaran agama. Dia menyebut bahwa Soimah, yang dulu tidak menyangka bisa menjadi penyanyi, kini menjelma menjadi kenyataan.
Gus Iqdam pun menjadikan kisah sukses Soimah dalam meraih popularitas hingga ke puncak karirnya sebagai teladan. Terutama soal tetap memuliakan dan mendoakan orang tua di tengah kesibukannya.
”Mau Soimah itu ke Jakarta, mau Soimah itu ke Bangkok, mau sukses apa pun itu, tapi hati Soimah tetap ingat jasa orang yang pernah membesarkan dirinya,” ungkap Gus Iqdam.
Dia berharap para artis lain bisa mencontoh hal tersebut, sehingga memuliakan orang tua menjadi budaya di kalangan selebriti tanah air.
Gus Iqdam juga menyinggung masa kecil Soimah sebagai anak pendiam dengan orang tua keras dalam mendidik. Namun Soimah tetap patuh dan tak pernah membantah meski terkadang merasa terkekang.
”Mak e ini tirakatnya ya seperti tadi, tidak pernah menjawab atau berani sama orang tua. Masya Allah dinaikkan derajatnya,” puji Gus Iqdam.
Menurut Kasiops SAR DI Jogjakarta Distrik Bantul Bondan Supriyanto, setidaknya ada 25 ribu jamaah hadir dan puluhan di antaranya pingsan. Total ada 37 unit ambulans dikerahkan. Namun, petugas kesulitan melakukan evakuasi korban di tengah lautan manusia. Ambulans pun kesulitan bergerak menuju rumah sakit. Meski begitu, pengajian tetap berjalan hingga selesai dan sukses.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
