Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Juni 2023 | 14.41 WIB

Menko Airlangga Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Nelayan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi keynote speech sekaligus membuka acara Pekan Nasional (Penas) Petani-Nelayan XVI-2023 secara virtual, Sabtu (10/6). - Image

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi keynote speech sekaligus membuka acara Pekan Nasional (Penas) Petani-Nelayan XVI-2023 secara virtual, Sabtu (10/6).

JawaPos.com–Pemerintah telah menjadikan ketahanan pangan sebagai aspek penting dalam agenda pembangunan nasional 2022–2024. Karena itu, ketersediaan pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dengan program peningkatan ketersediaan, akses, serta kualitas konsumsi pangan.

’’Pemerintah harus terus mengambil langkah-langkah konkret dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional dengan cara meningkatkan produksi dan memasifkan konsumsi pangan lokal serta mengenalkan ke negara lain sebagai komoditas ekspor,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech sekaligus membuka acara Pekan Nasional (Penas) Petani-Nelayan XVI-2023 secara virtual, Sabtu (10/6).

Di tengah ketidakpastian global akibat dampak pandemi Covid-19, eskalasi geopolitik, hingga perubahan iklim saat ini, peran aktif dan tanggung jawab berbagai pihak juga diperlukan untuk dapat meningkatkan produksi sektor pertanian. Dengan demikian, ancaman krisis pangan global dapat teratasi, termasuk dengan memanfaatkan potensi dan kearifan lokal.

Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan petani hutan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya. Mulai pembangunan infrastruktur bendungan untuk penyediaan air, pembangunan sarana transportasi untuk mengurangi logistic cost, pemanfaatan varietas unggul yang adaptif terhadap perubahan lingkungan, hingga penerapan pertanian cerdas.

Selain itu, pemerintah juga telah memfasilitasi penggunaan alat dan mesin pertanian, menyediakan kredit usaha rakyat (KUR), perhutanan sosial (PS) dan tanah objek reforma agraria (TORA), menerapkan pembangunan kelautan perikanan ekonomi biru (blue economy), menumbuhkan start-up muda dan marketplace, hingga memberikan akses dan penguatan ekonomi bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Di samping berbagai upaya tersebut, Menko Airlangga juga mengajak seluruh stakeholder untuk turut berkolaborasi dalam melakukan kerja nyata guna meningkatkan kemampuan dan kemandirian petani, nelayan, dan petani hutan, agar menjadi lebih produktif, mumpuni dalam literasi bisnis, mampu meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan, serta mandiri dan berdaya saing secara global.

”Pada forum akbar seperti Penas XVI-2023 ini, sebagai ajang silaturahmi, sebagai wadah promosi hasil pembangunan pertanian, sebagai wadah untuk melakukan evaluasi, koreksi, dan penyempurnaan terhadap program-program pemerintah, sebagai wadah akses teknologi, dan sebagai wadah memperkenalkan bibit-bibit unggul,” jelas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, antara lain, menteri pertanian, anggota Komisi IV DPR RI, anggota DPD RI, gubernur/bupati/wali kota se-Indonesia, serta ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional. (als/c6/wir)

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore