
Jozeph Paul Zhang. (Youtube Jozeph Paul Zhang)
JawaPos.com – Tidak hanya menjadikan Jozeph Paul Zhang sebagai tersangka kasus dugaan penodaan agama, Polri juga berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) untuk menindak yang bersangkutan. Mereka juga sudah mengajukan red notice kepada Interpol. Sampai kemarin (21/4), mereka masih menunggu respons pengajuan tersebut.
Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Adrianto menyatakan, red notice disampaikan dua hari lalu (20/4). ”Dari hasil rapat (bersama) imigrasi, kami upayakan mengajukan red notice ke Interpol,” ujarnya kepada awak media kemarin. Dia berharap pengajuan tersebut disetujui agar Interpol bisa membantu Polri memulangkan Jozeph ke Indonesia untuk menjalani proses hukum.
Bantuan Interpol juga bisa membuat ruang gerak Jozeph semakin sempit. ”Negara-negara yang masuk Interpol akan menolak kalau yang bersangkutan datang ke sana,” imbuh Agus. Jenderal bintang tiga Polri itu menambahkan, pihaknya mempertimbangkan kembali untuk mencabut paspor Jozeph. Sebab, Polri tidak ingin kehilangan jejak.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menuturkan, pihaknya masih bekerja untuk menemukan keberadaan Jozeph. Untuk mempercepat pencarian, mereka bekerja sama dengan beberapa instansi. Termasuk imigrasi. ”Masih berproses. Perkembangannya pasti nanti publik diberi tahu,” terang dia.
Polri, sambung Rusdi, juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menutup saluran-saluran media sosial yang digunakan Jozeph. Kalaupun masih ada video yang beredar, dia memastikan bahwa penyebarannya telah diminimalkan Kemenkominfo.
Sementara itu, merasa jauh dari aparat penegak hukum di Indonesia, Jozeph semakin berulah. Dia bahkan menantang debat Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.
Baca juga: Jozeph Paul Zhang: Agar Minoritas Bisa Beribadah dengan Tenang
Menag Yaqut enggan menanggapi tantangan debat Jozeph. Dia menuturkan, Jozeph sampai saat ini tidak berani mempertanggungjawabkan omongannya sendiri.
”Kok nantang debat,” kata Yaqut. Dia berharap Jozeph tidak perlu lagi diberi panggung di publik. Khususnya oleh kalangan media di tanah air. Sikap dan pernyataannya tidak baik untuk bangsa Indonesia.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=tfwYR3gsc4s

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
