
RESTU ORANG TUA: Kaesang didampingi Erina bersimpuh mencium kaki Jokowi setelah akad nikah di Pendopo Agung Royal Amabarrukmo, Sleman, Jogjakarta, kemarin (10/12). Hari ini prosesi dilanjutkan dengan acara resepsi dan ngunduh mantu di Solo. (LAILY RACHEV/
JawaPos.com - Wakil Presiden Ma’ruf Amin turut menghadiri pernikahan Kaesang dengan Erina kemarin (10/12). Pada kesempatan itu, Ma’ruf sekaligus menyampaikan nasihat pernikahan. Dia menekankan bahwa rumah tangga adalah miniatur masyarakat.
Ma’ruf menuturkan, perkawinan adalah tuntunan agama sekaligus sunah rasul. Dengan pernikahan, manusia terus berkembang biak dan bisa menjadi pengelola sekaligus khalifah Allah di muka bumi. ”Melalui pernikahan dibangun rumah tangga. Rumah tangga adalah miniatur masyarakat,” jelasnya.
Mantan ketua umum MUI itu menuturkan, masyarakat yang baik tecermin dari keluarga-keluarga yang baik. Sebaliknya, rumah tangga yang tidak baik cerminan dari masyarakat yang tidak baik pula. Untuk itu, Ma’ruf mengingatkan bahwa peran rumah tangga sangat penting dalam kehidupan masyarakat.
Selain itu, Ma’ruf menyebut pernikahan di dalam Alquran sebagai mitsaqan ghaliza atau perjanjian yang kuat. ”Di dalam Alquran, ada tiga perjanjian yang kuat,” jelasnya. Perjanjian Allah dengan Bani Israil. Kemudian, perjanjian Allah dengan para nabi. Lalu, yang ketiga perjanjian antara suami dan istri yang diikat dalam perkawinan.
Mengapa perjanjian antara suami dan istri adalah perjanjian yang kuat? Sebab, perjanjian suami istri menyangkut kesepakatan bersama hidup sepanjang masa. Lalu, yang kedua, pernikahan adalah ikatan janji antara mempelai pria dan Allah. Hanya, melalui perantara istri atau mempelai perempuan.
”Karena itu, Ananda Kaesang, ketika Anda sudah mengucapkan saya terima nikahnya, berarti Anda sudah berjanji dengan Allah,” papar Ma’ruf. Janji tersebut harus selalu diingat dan dijaga dengan hati-hati. Termasuk bagi para suami yang lain. ”Termasuk saya, tentu sebagai suami,” katanya.
Di pengujung nasihatnya, Ma’ruf berpesan supaya menjaga dan meluruskan niat. Supaya pernikahan menjadi ibadah. Kemudian, keduanya bisa saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Misalnya, istri irit bicara atau sebaliknya suka bicara. ”(Misalnya) kalau suami satu kalimat, istrinya kayak petasan, ada,” katanya. Pasti ada sisi-sisi yang menyenangkan dan sisi yang menyebalkan. Harus bisa diterima dengan apa adanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
