
JAGA JARAK LAGI: Jemaah umrah melaksanakan salat di Masjidilharam dengan saf renggang. Otoritas Saudi memberlakukan kembali social distancing setelah kasus Covid-19 di sana melonjak. (AFP)
JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) bakal menurunkan usulan biaya haji reguler 2022. Semula ongkos haji yang harus ditanggung jemaah diusulkan sebesar Rp 45 jutaan per orang. Kini turun menjadi Rp 42,45 juta/orang.
Perubahan usulan biaya haji tersebut disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief dalam rapat bersama Komisi VIII DPR di Jakarta kemarin (16/3). Dia mengatakan, perubahan itu mengikuti perkembangan terkini penanganan Covid-19 di Arab Saudi. Khususnya terkait dengan ketentuan protokol kesehatan (prokes).
”Untuk itu, kami siapkan alternatif usulan BPIH 2022 dengan asumsi tidak ada prokes (di Arab Saudi, Red),” katanya. Hilman menjelaskan, secara keseluruhan, ongkos haji yang diusulkan Kemenag mencapai Rp 83 juta/orang. Dari jumlah tersebut, biaya haji yang dibayarkan jemaah Rp 42,45 juta. Sisanya sebesar Rp 40,5 juta disubsidi dari hasil pengelolaan dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Ada sejumlah poin pembiayaan yang dicoret sehingga biaya haji lebih murah. Misalnya, semula ada biaya tiga kali tes swab PCR di Saudi masing-masing Rp 275 ribu. Kemudian ongkos menginap di hotel untuk karantina di Saudi selama lima hari sebesar 1.000 riyal atau sekitar Rp 3,8 juta. Lalu, juga ada biaya konsumsi karantina jemaah di Jeddah sebesar 300 riyal atau sekitar Rp 1,14 juta.
Di dalam perincian usulan biaya haji yang baru, komponen-komponen itu tidak ada. Yang tersisa adalah komponen prokes di tanah air. Di antaranya satu kali tes swab PCR sebelum keberangkatan Rp 275 ribu, satu kali tes PCR saat tiba di tanah air Rp 275 ribu, dan konsumsi saat karantina kepulangan satu hari sebesar Rp 150 ribu.
Dengan sejumlah pelonggaran prokes di Saudi, Hilman berkeyakinan bahwa tahun ini Saudi kembali menerima jemaah haji dari luar negeri. ”Ada beberapa indikasi yang mendukung optimisme tersebut,” tuturnya. Di antaranya adalah dicabutnya ketentuan jaga jarak di Masjidilharam dan Masjid Nabawi serta masjid-masjid lainnya. Tetapi dengan tetap mewajibkan jemaah memakai masker. (wan/c9/oni)

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
