Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 September 2021 | 19.59 WIB

Polri Sulit Dapat Info Buronan MIT, Warga Diancam Takut Buka Suara

Prajurit TNI Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabssus) Tricakti usai melakukan penyergapan teroris MIT Poso. Puspen TNI/Antara - Image

Prajurit TNI Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabssus) Tricakti usai melakukan penyergapan teroris MIT Poso. Puspen TNI/Antara

JawaPos.com - Mabes Polri tak memungkiri pengejaran kepada 4 Daftar Pencarian Orang (DPO) kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) masih menemui hambatan. Salah satunya yakni karena medan persembunyian MIT yang terjal di dalam hutan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, selain medan terjal, petugas di lapangan juga sulit menggali informasi dari masyarakat. Warga setempat mengaku takut memberikan informasi karena ada ancaman.

"Masyarakat pun misal kita tanya, kadang masyarakat pun ketakutan. Kalau masyarakat omong apa adanya, nanti kalau dia diancam gimana? Dia juga tetap sebagai manusiawi waswas juga di sana," kata Argo kepada wartawan, Rabu (22/9).

Meski begitu, Polri menyatakan akan terus melakukan pengejaran kepada 4 DPO tersisa. Hal itu guna menciptakan suasana kondusif di wilayah Sulawesi Tengah.

Sebelumnya, kontak senjata terjadi antara Satgas Madago Raya dengan kelompok teroris MIT. Peristiwa terjadi di Pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (18/9) sekitar pukul 17.20 WITA.

Dalam kontak senjata ini, pimpinan MIT, Ali Ahmad alias Ali Kalora tewas ditembak mati oleh petugas. Dia merupakan salah satu Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus terorisme yang jadi sasaran utama aparat. Ali diketahui sebagai pemegang tongkat kepemimpinan MIT pasca ditangkapnya Santoso.

"Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora yang pernah menggegerkan karena menyembelih banyak warga dengan sadis di Sulteng, setelah buron hampir setahun, hari ini ditembak mati oleh Densus AT/88," kata Menkopolhukam Mahfud MD melalui akun twitter resminya @mohmahfudmd.

Selain Ali, Satgas Madago Raya juga menembak mati 1 DPO lainnya. Yakni Jaka Ramadhan alias Ikrima. "Ia ditembak bersama seorang anak buahnya yang bernama Ikrimah. Masyarakat harap tenang," imbuh Mahfud.

Dengan tewasnya 2 DPO ini, maka kelompok MIT hanya tersisa 4 orang lagi yang masih buron. Mereka yakni Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Rukli, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore