
Sejumlah siswa saat melakukan belajar tatap muka di SDN Pondok Labu 14 Pagi di Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (04/06/2021). Kegiatan belajar tatap muka ini diikuti 50 persen dari total siswa untuk setiap kelas guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-
JawaPos.com - LaporCovid19 mengatakan, terdapat sejumlah laporan dari masyarakat terkait sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Padahal dijelaskan, untuk wilayah level 3 dan 4 masih menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Terdapat 29 laporan yang diterima dan 17 persen sekolah dikatakan pernah menjadi klaster Covid-19 dan 52 persen abai protokol kesehatan. Untuk itu, Relawan LaporCovid19 Diah Dwi Putri pun meminta pemerintah daerah selaku pemegang kendali wilayah untuk dapat melakukan pengawasan dengan benar, sanksi tegas juga perlu diberikan.
"Pemerintah daerah melakukan monitoring dan pengawasan pada wilayah sekolah, termasuk memberikan sanksi tegas kepada sekolah dan aparatur yang melanggar aturan, bukan hanya sebatas memberikan peringatan tanpa monitoring regular," tegas dia dalam telekonferensi pers, Minggu (1/8).
Baca Juga: 29 Sekolah Diduga Langgar PPKM, 17 Persen Pernah Jadi Klaster Covid-19
Lalu, apabila PPKM tidak diperpanjang, pihaknya mendesak agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk menunda PTM hingga kasus terkendali. Artinya, positifity rate di bawah 5 persen dalam beberapa minggu, sesuai dengan rekomendasi WHO dan dilakukan PJJ.
Dalam penyelenggaraan itu, Kemendikbud harus mendorong inovasi penyesuaian dan perbaikan serta memberi pedoman pembelajaran daring yang efektif. Sebab, transfer ilmu sangat penting untuk generasi muda.
"Jadi harus dipaksa dipastikan bahwa prosesnya juga efektif dan maksimal, oleh karena itu perlu adanya upaya-upaya untuk mendorong inovasi penyesuaian dan perbaikan dengan cara upgrade kemampuan yang mendukung kegiatan belajar mengajar," terangnya.
Kemudian jika sudah terlihat terkendali, dari jauh hari pemerintah pusat dan daerah perlu melakukan sosialisasi kepada orang tua murid terkait risiko Covid-19 pada anak secara transparan. Dengan itu, orang tua murid dapat mengambil keputusan untuk membolehkan anaknya sekolah atau tidak.
"Transfer ilmu sangat penting, tapi kesehatan yang perlu diprioritaskan," pungkasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
