
Calon penumpang bersiap menaiki bus antarkota di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta, Selasa (22/12/2020). Jelang Natal dan Tahun Baru, warga mulai mudik ke kampung halaman. Meski libur panjang dibatalkan, pemudik tetap terlihat di Terminal Pulogebang, J
JawaPos.com - Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta memprediksi akan ada gelombang mudik lebih awal sebelum periode pelarangan mudik oleh pemerintah pusat pada 6-17 Mei 2021. Warga diperkirakan akan mencari celah agar bisa berkumpul bersama keluarga pada Hari Raya Idul Fitri 2021.
"Setiap ada aturan ada celahnya saja. Sama seperti dilarang mudik dari tanggal 6-17, ya dia mudiknya sebelum tanggal 6, nanti dia pulang setelah tanggal 17," kata Ketua DPD Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (9/4).
Shafruhan menuturkan, pekerja informasi di DKI Jakarta diprediksi akan mendominasi mudik lebih awal ini. Sebab, kalangan pegawai negeri maupun pegawai swasta akan dibatasi dengan kebijakan cuti. Sedangkan pekerja informal tidak terikat dengan kebijakan cuti.
Baca Juga: Polda Metro Siapkan 8 Titik Penyekatan Mudik, Ini Lokasinya
"Ini kemungkinan sebelum tanggal 6 sudah berangkat duluan, mulai 2, 3 atau 1 sampai tanggal 5, tanggal 4 itulah saya prediksi puncaknya," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa mudik Idul Fitri 2021 ditiadakan. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Indonesia yang kian meluas pascalibur panjang.
Hal ini telah dirundingkan dalam rapat bersama kementerian terkait pada 23 Maret lalu. Kemudian, hasil ini juga telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Sesuai arahan presiden dan koordinasi keputusan rapat tingkat menteri yang dilaksanakan 23 Maret 2021 di Kantor Kemenko PMK yang dipimpin Menko PMK, serta hasil konsultasi dengan presiden maka ditetapkan bahwa 2021 mudik ditiadakan,” jelas dia dalam Telekonferensi Pers, Jumat (26/3).
Kata dia, hal ini berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri dan seluruh masyarakat. Dia juga menuturkan bahwa langkah ini diambil dalam rangka upaya vaksinasi yang dilakukan bisa maksimal sesuai dengan yang diharapkan.
“Larangan mudik akan dimulai dari tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021, dari tanggal itu diimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan daerah kecuali keadaan mendesak dan perlu,” tegasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Ui2eAx81NlE

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
