Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Februari 2021 | 01.51 WIB

BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi di Laut Selatan Jabar–Jogjakarta

Posisi tekanan rendah 995 hPa di Samudra Hindia barat daya Jawa Barat pada Kamis (25/2) malam. BMKG/Antara - Image

Posisi tekanan rendah 995 hPa di Samudra Hindia barat daya Jawa Barat pada Kamis (25/2) malam. BMKG/Antara

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di pesisir selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Jogjakarta untuk mewaspadai gelombang tinggi di laut selatan.

”Saat ini di Samudra Hindia selatan Jabar terdapat tekanan rendah yang mencapai 997 hPa (hektopascal),” kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo seperti dilansir dari Antara di Cilacap, Jateng, Jumat (26/2).

Menurut dia, kondisi tersebut berdampak pada peningkatan kecepatan angin di laut selatan Jabar–Jogjakarta yang dapat memicu terjadinya gelombang tinggi. Kecepatan angin di laut selatan Jabar–Jogjakarta berpotensi mencapai kisaran 8–30 knot yang bertiup dari barat daya hingga barat laut.

”Kami mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku sejak hari Jumat (26/2) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (27/2), pukul 07.00 WIB dan akan diperbarui jika ada perkembangan lebih lanjut,” terang Tuguh.

Dia mengatakan, peringatan dini gelombang tinggi tersebut dikeluarkan karena tinggi gelombang di perairan selatan Sukabumi, perairan selatan Cianjur, perairan selatan Garut, perairan selatan Tasikmalaya, perairan selatan Pangandaran, Samudra Hindia selatan Cilacap, Samudra Hindia selatan Kebumen, Samudra Hindia selatan Purworejo, dan Samudra Hindia selatan Jogjakarta berpotensi mencapai kisaran 2,5–4 meter atau masuk kategori tinggi.

Tinggi gelombang di Samudra Hindia selatan Sukabumi, Samudra Hindia selatan Cianjur, Samudra Hindia selatan Garut, Samudra Hindia selatan Tasikmalaya, dan Samudra Hindia selatan Pangandaran berpotensi mencapai kisaran 4–6 meter atau masuk kategori sangat tinggi.

Menurut dia, BMKG hingga saat ini terus memantau perkembangan tekanan rendah yang masih berada di wilayah Indonesia tersebut. Teguh mengatakan, jika tekanan rendah tersebut menguat, dapat berpotensi menjadi siklon tropis atau badai dan penamaannya akan dilakukan BMKG selama posisinya masih berada di wilayah Indonesia. Akan tetapi jika siklon tropis tersebut sudah masuk wilayah Australia, kata dia, penamaannya dilakukan badan meteorologi setempat, yakni Bureau of Meteorology.

”Berdasarkan pantauan kami, posisi tekanan rendah tersebut pada Kamis (25/2) malam terpantau di Samudra Hindia barat daya Jawa Barat dengan tekanan udara di pusatnya mencapai 995 hPa, namun pagi ini (26/2) berada di Samudra Hindia selatan Jawa Barat dengan tekanan udara di pusatnya mencapai 997 hPa dan gerakannya menjauhi wilayah Indonesia,” kata Teguh.

Lebih lanjut, dia memperkirakan keberadaan pusat tekanan rendah tersebut juga berdampak pada peningkatan kecepatan angin di wilayah Jateng bagian selatan khususnya Cilacap dan sekitarnya. Selain itu, kondisi tersebut juga berpotensi mengakibatkan terjadinya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di wilayah Jateng selatan dan pegunungan tengah Jateng bagian selatan.

”Di pegunungan tengah Jateng bagian utara hingga wilayah pantura Jateng berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” terang Teguh.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=ihL0qiXyJEQ

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore