
Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) berswafoto usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-76 Republik Indonesia di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC-19), Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (17/8/2021). Upacara peringatan Kemerdekaan ke-76 Republik
JawaPos.com – Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, tunggakan insentif tenaga kesehatan (nakes) tahun lalu mencapai Rp 1,48 triliun. Tapi, hampir seluruh tunggakan tersebut sudah dibayarkan.
Plt Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kemenkes Kirana Pritasari menuturkan, tunggakan itu umumnya disebabkan keterlambatan pengajuan dari fasilitas kesehatan (faskes).
Selain itu, perlu dilakukan verifikasi oleh lembaga terkait.
’’Seluruh tunggakan 2020 dapat dibayarkan dengan dilampiri hasil verifikasi oleh BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Red),’’ katanya kemarin (20/8).
Proses verifikasi juga dikawal tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkes. Kirana mengatakan, verifikasi itu dilakukan sesuai ketentuan dalam Permenkeu 127/PMK.02/2020.
Dia lantas memerinci proses verifikasi tunggakan insentif para nakes tersebut mulai 6 April 2021 hingga 25 Juni 2021. Selama proses itu, sudah dilakukan review sebanyak delapan kali dengan total anggaran yang telah disetujui untuk dicairkan ke para nakes sebesar Rp 1,469 triliun atau 99,3 persen.
’’(Sisa) tunggakan 2020 sebesar Rp 9,953 miliar akan di-review Itjen Kemenkes dan BPKP untuk membayarkan insentif nakes yang terlambat dilengkapi dokumennya,’’ katanya.
Berdasar rekapitulasi Kemenkes, total tunggakan insentif itu untuk 190.532 nakes yang tersebar di 6.866 faskes. Tunggakan paling besar ada di faskes swasta sebanyak Rp 769,211 miliar untuk 125 ribu lebih nakes.
Selanjutnya, Kirana mengatakan bahwa pembayaran insentif nakes periode 2021 berjalan tepat waktu. Sampai 19 Agustus 2021, sudah disalurkan insentif nakes tahun anggaran 2021 sebesar Rp 4,755 triliun.
Insentif tersebut disalurkan kepada 679.215 nakes di 21.808 faskes. Pagu anggaran insentif nakes tahun ini ditetapkan Rp 7,518 triliun. Sementara itu, santunan kematian nakes ditetapkan Rp 80 miliar dan sudah tersalurkan Rp 78,6 miliar untuk 262 nakes yang gugur.
Dia mengingatkan, pelaporan dari setiap faskes dibatasi maksimal tanggal 15 setiap bulannya. Jika belum melaporkan sampai batas waktu tersebut, faskes akan menerima notifikasi atau peringatan dari Kemenkes.
’’Kami berharap batas waktu ini dipatuhi,’’ katanya.
Dengan begitu, lanjut dia, tidak sampai ada keterlambatan pembayaran insentif untuk para nakes. Selain itu, dia menyampaikan bahwa Kemenkes memprioritaskan penyaluran insentif untuk para relawan. Sebab, keberadaan para relawan itu efektif mem-back up para nakes organik di faskes.
Dengan adanya bantuan tenaga relawan, kerja nakes organik lebih pendek sehingga bisa mengurangi risiko tertular Covid-19. Kemudian juga membuat beban kerja para nakes organik tidak terlalu berat. Dia mengatakan, Kemenkes bisa merekrut relawan. Selain itu, faskes bisa merekrut relawan dengan persetujuan Kemenkes.
Pada kesempatan yang sama, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Mochamad Ardian Noervianto menyampaikan update realisasi insentif nakes di daerah. Dari data hingga 15 Agustus 2021, terdapat peningkatan serapan anggaran insentif nakes daerah yang cukup signifikan. Namun, Ardian juga mencatat bahwa masih cukup banyak daerah yang serapannya kecil, bahkan belum mengalokasikan insentif sama sekali.
’’Masih ada 28 daerah kabupaten/kota yang belum mengalokasikan. Tentunya ini perlu menjadi perhatian pemda untuk mengalokasikan dan segera membayarkan,’’ jelas Ardian.
Beberapa daerah yang dimaksud itu bahkan tergolong wilayah dengan tingkat transmisi level 3 dan level 4. Dengan begitu, dapat diperkirakan nakesnya juga memiliki beban kerja lebih berat.
Tambah 200 Bed HCU dan 29 ICU
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan gedung Ruang Isolasi Khusus (RIK) 7 RSUD dr Soetomo (RSDS) kemarin (20/8). Ruang perawatan pasien Covid-19 tersebut bisa menampung 200 bed untuk high care unit (HCU) dan 29 bed untuk ruang intensive care unit (ICU).
Khofifah mengatakan, bed occupancy rate (BOR) ruang isolasi di RSDS, RS Lapangan Indrapura, dan RS observasi sejatinya sudah menurun. Namun, harus ada kesiapsiagaan bersama. Mulai hulu hingga hilir pada pelayanan di rumah sakit.
’’Pengalaman kemarin, ketika terjadi lonjakan kasus, pasien di RSUD dr Soetomo sampai ke selasar. Kita tidak ingin Covid-19 ini terus melonjak kasusnya,” katanya.
Salah satu kesiapsiagaan yang dilakukan ialah menambah fasilitas pelayanan Covid-19 di RSDS. Yakni, kapasitas untuk ruang HCU hingga ruang ICU. ’’Kami tambah 29 bed untuk RIK 7,” ujarnya.
Kemarin Khofifah pun meresmikan pelayanan RIK 7, Ruang Wijaya Kusuma, mobil layanan jantung keliling sebagai upaya optimalisasi gedung pusat pelayanan jantung terpadu (PPJT), dan klinik obgyn.
’’Kita melihat para filantropi saling bergotong royong memberikan support pelayanan kesehatan di RSUD dr Soetomo. Itu menunjukkan kita tangguh dan tumbuh di tengah kesulitan pandemi,” imbuhnya.
Direktur RSUD dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi SpBS (K) mengatakan, gedung baru RIK lantai 7 sudah bisa dimanfaatkan untuk melayani pasien Covid-19. Hari ini pasien di IGD dan RIK 1 dipindahkan ke RIK 7. RIK 1 akan dibersihkan atau disterilisasi.
’’RIK 1 ini kan sudah 1,5 tahun belum pernah istirahat. Jadi, sekaligus dilakukan pembersihan,” katanya.
Joni menuturkan, sebelumnya RSDS memiliki fasilitas ICU di RIK dengan kapasitas kurang lebih 27 bed. Kini ada tambahan 29 bed di ICU RIK baru. Sementara itu, total kapasitas BOR RSDS untuk pelayanan Covid-19 sebanyak 745 bed.
’’Pasien Covid-19 yang saat ini kami rawat 192 orang,” tutur dia.
Selain gedung RIK 7, gubernur meresmikan mobil pelayanan jantung RSDS. Mobil jantung keliling tersebut menjadi salah satu upaya RSDS untuk mengoptimalkan pelayanan pasien jantung di PPJT.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
