alexametrics

Fadli Zon: Kebijakan Pemerintah Basa-Basi dan Berantakan

21 Mei 2020, 17:36:26 WIB

JawaPos.com – Jelang Hari Raya Idul Fitri masyarakat mulai berbondong-bondong memadati pasar dan juga pusat perbelanjaan. Padahah ibu kota dan beberapa daerah lainnya sedang melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon
mengatakan, masyarakat berbondong-bondong menyerbu pusat perbelanjaan dan pasar akibat pemerintah itu sendiri.

Hal itu akibat pemerintah lebih mementingkan aktivitas ekonomi dibanding kesehatan masyarakat. Sehingga pemerintah tidak melakukan penindakan terhadap masyarakat yang melanggar PSBB.

“Pemerintah menerapkan kebijakan standar ganda yang akibatnya membingungkan masyarakat. Di satu sisi PSBB tidak ada pelonggaran. Namun di sisi lain membolehkan aktifitas tersebut,” ujar Fadli kepada wartawan, Kamis (21/5).

Fadli Zon mengatakan, dengan tidak adanya tindakan dan kebijakan pemerintah yang berubah-ubah dalam aturan PSBB tersebut menjadikan masyarakat seenaknya saja. Sehingga tidak memperdulikan PSBB.

“Karena inkonsistensi menyebabkan masyarakat jadi binggung dan tidak percaya lagi yang mana yang benar,” katanya.

Fadli juga menyoroti tentang kebijakan mudik dilarang. Namun transportasi umum dibolehkan oleh pemeritah. Hal ini yang menyebabkan kebijakan pemerintah aneh di tengah pandemi virus Korona di tanah air.‎

‎”Mudik dilarang tapi transporasi umum antarkota boleh. Jadi kelihatannya basa basi dan intinya berantakan,” pungkasnya.

JawaPos.com – Jelang Hari Raya Idul Fitri masyarakat mulai berbondong-bondong memadati pasar dan juga pusat perbelanjaan. Padahah ibu kota dan beberapa daerah lainnya sedang melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon
mengatakan, masyarakat berbondong-bondong menyerbu pusat perbelanjaan dan pasar akibat pemerintah itu sendiri.

Hal itu akibat pemerintah lebih mementingkan aktivitas ekonomi dibanding kesehatan masyarakat. Sehingga pemerintah tidak melakukan penindakan terhadap masyarakat yang melanggar PSBB.

“Pemerintah menerapkan kebijakan standar ganda yang akibatnya membingungkan masyarakat. Di satu sisi PSBB tidak ada pelonggaran. Namun di sisi lain membolehkan aktifitas tersebut,” ujar Fadli kepada wartawan, Kamis (21/5).

Fadli Zon mengatakan, dengan tidak adanya tindakan dan kebijakan pemerintah yang berubah-ubah dalam aturan PSBB tersebut menjadikan masyarakat seenaknya saja. Sehingga tidak memperdulikan PSBB.

“Karena inkonsistensi menyebabkan masyarakat jadi binggung dan tidak percaya lagi yang mana yang benar,” katanya.

Fadli juga menyoroti tentang kebijakan mudik dilarang. Namun transportasi umum dibolehkan oleh pemeritah. Hal ini yang menyebabkan kebijakan pemerintah aneh di tengah pandemi virus Korona di tanah air.‎

‎”Mudik dilarang tapi transporasi umum antarkota boleh. Jadi kelihatannya basa basi dan intinya berantakan,” pungkasnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads