Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Mei 2020 | 00.36 WIB

Fadli Zon: Kebijakan Pemerintah Basa-Basi dan Berantakan

Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon (Indopos/Jawa Pos Group) - Image

Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon (Indopos/Jawa Pos Group)

JawaPos.com - Jelang Hari Raya Idul Fitri masyarakat mulai berbondong-bondong memadati pasar dan juga pusat perbelanjaan. Padahah ibu kota dan beberapa daerah lainnya sedang melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon
mengatakan, masyarakat berbondong-bondong menyerbu pusat perbelanjaan dan pasar akibat pemerintah itu sendiri.

Hal itu akibat pemerintah lebih mementingkan aktivitas ekonomi dibanding kesehatan masyarakat. Sehingga pemerintah tidak melakukan penindakan terhadap masyarakat yang melanggar PSBB.

"Pemerintah menerapkan kebijakan standar ganda yang akibatnya membingungkan masyarakat. Di satu sisi PSBB tidak ada pelonggaran. Namun di sisi lain membolehkan aktifitas tersebut," ujar Fadli kepada wartawan, Kamis (21/5).

Fadli Zon mengatakan, dengan tidak adanya tindakan dan kebijakan pemerintah yang berubah-ubah dalam aturan PSBB tersebut menjadikan masyarakat seenaknya saja. Sehingga tidak memperdulikan PSBB.

"Karena inkonsistensi menyebabkan masyarakat jadi binggung dan tidak percaya lagi yang mana yang benar," katanya.

Fadli juga menyoroti tentang kebijakan mudik dilarang. Namun transportasi umum dibolehkan oleh pemeritah. Hal ini yang menyebabkan kebijakan pemerintah aneh di tengah pandemi virus Korona di tanah air.‎

‎"Mudik dilarang tapi transporasi umum antarkota boleh. Jadi kelihatannya basa basi dan intinya berantakan," pungkasnya.

JawaPos.com - Jelang Hari Raya Idul Fitri masyarakat mulai berbondong-bondong memadati pasar dan juga pusat perbelanjaan. Padahah ibu kota dan beberapa daerah lainnya sedang melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon
mengatakan, masyarakat berbondong-bondong menyerbu pusat perbelanjaan dan pasar akibat pemerintah itu sendiri.

Hal itu akibat pemerintah lebih mementingkan aktivitas ekonomi dibanding kesehatan masyarakat. Sehingga pemerintah tidak melakukan penindakan terhadap masyarakat yang melanggar PSBB.

"Pemerintah menerapkan kebijakan standar ganda yang akibatnya membingungkan masyarakat. Di satu sisi PSBB tidak ada pelonggaran. Namun di sisi lain membolehkan aktifitas tersebut," ujar Fadli kepada wartawan, Kamis (21/5).

Fadli Zon mengatakan, dengan tidak adanya tindakan dan kebijakan pemerintah yang berubah-ubah dalam aturan PSBB tersebut menjadikan masyarakat seenaknya saja. Sehingga tidak memperdulikan PSBB.

"Karena inkonsistensi menyebabkan masyarakat jadi binggung dan tidak percaya lagi yang mana yang benar," katanya.

Fadli juga menyoroti tentang kebijakan mudik dilarang. Namun transportasi umum dibolehkan oleh pemeritah. Hal ini yang menyebabkan kebijakan pemerintah aneh di tengah pandemi virus Korona di tanah air.‎

‎"Mudik dilarang tapi transporasi umum antarkota boleh. Jadi kelihatannya basa basi dan intinya berantakan," pungkasnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=q3hF_1yb-vE

https://www.youtube.com/watch?v=a-Oc1gnd9pU

https://www.youtube.com/watch?v=H9s0Q3Sowvk

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore