
TANPA TATAP MUKA: Ade Putri Sarwendah saat mengajar murid berkebutuhan khusus secasra daring di SLB Nrgeri Balikpapan, Selasa (4/8). (ANGGI PRADITHA/KALTIM POS)
JawaPos.com -Â Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi pada 2030 mendatang. Di mana, pada saat itu, jumlah penduduk usia produktif berusia 15 sampai 64 tahun lebih besar dibandingkan dengan usia tidak profuktif.
Namun, tiba-tiba muncul pandemi Covid-19 yang berpotensi menghalangi itu. Ditambah kebijakan pembukaan sekolah di zona kuning dalam revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.
Menurut Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji, langkah ini membahayakan peserta didik. Bukannya, ada bonus demografi, malah ada bencana demografi. "Ini membahayakan, yang disebut Pak Presiden (Jokowi) bonus demografi, ini menurut saya kita diambang bencana demografi," ujarnya ketika dihubungi JawaPos.com, Selasa (11/8).
Salah satu parameter yang menjadi bencana demografi adalah kurangnya pemahaman atau edukasi di bidang digital. Pasalnya, dengan kembali ke sekolah konvensional, pemanfaatan digital pun akan berkurang.
Padahal, pandemi ini bisa dimanfaatkan sebagai pemacu peningkatan penggunaan teknologi. Dengan begitu, bonus demografi pun dapat terlaksana di Indonesia.
Nyatanya, jika tidak ada daya saing SDM dalam bidang digital. Maka, masyarakat Indonesia hanya akan sebagai penonton dalam era digitalisasi, bahkan hal ini dapat menciptakan tingkat pengangguran semakin tinggi akibat tidak memiliki daya saing. "Kita akan ketemu anak-anak usia produktif tapi ngga siap menghadapi tantangan era digital karena ngga disiapkan, kan jadinya mereka usia produktif dan banyak tapi ngga bisa kerja, ngga disiapin skillnya, jadinya ya bencana demografi," terang dia. (*)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
