
Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun gencar menilai Menteri Keuangan Sri Mulyani kurang bisa memahami kebijakan pajak Presiden Jokowi.
JawaPos.com - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengaku kaget dengan pernyataan Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI). Pasalnya, pembantu presiden yang pernah dinobatkan sebagai menkeu terbaik di dunia pada 2018 itu, dianggap merendahkan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan para alumninya..
Penilaian itu didasari pernyataan Menkeu dalam wawancara pada acara puncak Dies Natalis ke-5 Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN secara daring, Sabtu (18/7). SMI dalam wawancara dengan Adelia Surya Pratiwi itu menyatakan, kurikulum PKN STAN harus ditinjau ulang. Menurutnya, mahasiswa PKN STAN yang kelak akan menjadi pembuat kebijakan ternyata tidak diajari tentang APBN.
“Anda diajari akuntansi, tapi anda tidak diajari APBN keseluruhan,” ujar SMI.
Misbakhun yang Alumnus Program Studi Perpajakan STAN dan pernah bekerja di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kementerian Keuangan itu mengaku kaget dengan pernyataan Menkeu SMI.
“Saya tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran Bu Menkeu SMI dengan mengatakan bahwa mahasiswa STAN hanya belajar akuntansi saja, tidak bisa membaca laporan keuangan, tidak mengerti perekonomian kebijakan keuangan negara. Diajari akuntansi tetapi tidak diajari APBN secara keseluruhan,” ujar Misbakhun melalui layanan pesan, Senin (20/7).
Menurut Misbakhun, sudah banyak alumni STAN yang menempati posisi-posisi penting di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Politikus Golkar itu menegaskan, semestinya SMI yang sudah empat periode menjabat menteri keuangan dalam dua presiden juga menyadari bahwa selama ini telah bekerja dengan banyak alumni STAN.
Politikus Golkar itu pun menyebut SMI tak mengerti kurikulum dan isi mata kuliah di STAN. Misbakhun menegaskan, mahasiswa STAN tidak hanya belajar akuntansi tetapi juga makro ekonomi, mikro ekonomi, perekonomian Indonesia, ekonomi moneter, ekonomi sektor publik dan ilmu keuangan negara.
“Saya selama di STAN tidak hanya belajar akuntansi, tetapi juga makro ekonomi dan mikro ekonomi mulai tingkat pengantar, intermediate sampai advance,” tegasnya.
Lebih lanjut Misbakhun mengatakan, di STAN ada mata kuliah akuntansi pemerintahan yang tidak diajarkan di kampus lain. Dalam mata kuliah itulah ada pelajaran soal APBN dan bagaimana proses penyusunannya.
“Sampai pada posting nomenklatur APBN pun dipelajari di mata kuliah akuntansi pemerintahan. Modul mata kuliah seperti itu tidak pernah ada di kampus mana pun,” tuturnya
Misbakhun menambahkan, sangat ironis bila SMI sebagai Menkeu ternyata tidak tahu detail tentang STAN termasuk mata kuliah yang diajarkan. “Sehingga saya membaca kesan bahwa komentar Bu SMI sebagai menteri keuangan sangat tidak memahami kualitas STAN yang sebenarnya,” katanya.
Legislator asal Pasuruan itu juga mengatakan, SMI pernah dinobatkan sebagai menteri keuangan terbaik di Asia Pasifik selama tiga kali berturut-turut oleh majalah FinanceAsia. SMI, katanya, juga pernah dinobatkan sebagai menteri keuangan terbaik di dunia pada ajang World Government Summit 2018 di Uni Emirat Arab.
“Ingat, penghargaan untuk Bu SMI itu juga karena sumbangsih dan kontribusi besar dari para alumni STAN yang menjadi anak buahnya baik di posisi jabatan eselon satu, eselon dua, bahkan pelaksana,” pungkas Misbakhun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022