Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Desember 2020 | 20.50 WIB

Cegah Klaster Nataru, Pelaku Perjalanan Diminta Patuhi Testing

Petugas medis mengambil sampel penumpang KRL Commuter Line saat tes swab di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020). Tes swab yang dilakukan secara random untuk 300 penumpang dengan mengumpulkan cairan atau sampel dari bagian belakang hidung dan ten - Image

Petugas medis mengambil sampel penumpang KRL Commuter Line saat tes swab di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020). Tes swab yang dilakukan secara random untuk 300 penumpang dengan mengumpulkan cairan atau sampel dari bagian belakang hidung dan ten

JawaPos.com - Uapaya pencegahan munculnya klaster baru libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2020 atau Nataru harus dilakukan secara maksimal. Pemerintah daerah diminta mengawasi secara ketat para pelaku perjalanan. Warga yang bepergian diwajibkan dalam kondisi sehat.

"Dengan upaya screening melalui swab antigen yang diakui sebagai alat screening Covid-19 oleh WHO (World Health Organization)," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Wiku menyampaikan, pemerintah saat ini tengah melakukan langkah antisipasi dengan menyusun kebijakan terkait perjalanan selama periode libur panjang. Kebijakan yang tengah disusun ini meliputi syarat testing bagi pelaku perjalanan. Meski terkesan sulit, masyarakat harus menyadari bahwa langkah tersebut ditujukan melindungi masyarakat dan mencegah lonjakan penularan kasus Covid-19.

"Satgas mengimbau masyarakat dapat patuh, sehingga kebijakan yang dikeluarkan dapat berjalan dengan efektif," imbuhnya.

Wiku menyampaikan, berdasarkan catatan libur panjang yang sebelumnya, kasus Covid-19 kerap kali melonjak. Oleh karena itu, situasi seperti itu tidak boleh terulang kembali sekarang.

Baca juga: Cegah Klaster Libur Nataru, Ini Seruan Gubernur Anies

Melonjaknya kasus Covid-19 juga membawa dampak lanjutan lainnya. Seperti berkurangnya kapasitas tempat tidur yang tersedia di ruang isolasi dan ruang ICU, beban tugas para tenaga medis di rumah sakit pun menjadi bertambah berat, dan meningkatkan potensi kasus positif Covid-19.

"Dan yang paling kita khawatirkan adalah bertambahnya korban jiwa akibat Covid-19," pungkas Wiku.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=aDySvuGfPa4

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore