Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Maret 2017 | 02.00 WIB

Jalan Berlubang Harus Jadi Perhatian

MENANTANG: Sejumlah cyclist SRBC saat melintas di Tosari di kawasan Gunung Bromo kemarin(12/3). - Image

MENANTANG: Sejumlah cyclist SRBC saat melintas di Tosari di kawasan Gunung Bromo kemarin(12/3).


JawaPos.com- Sebanyak 200 cyclist yang merupakan member Surabaya Road Bike Community (SRBC) melakukan cek rute dan simulasi ajang Jawa Pos Cycling Bromo 100 Km 2017 Minggu (12/3). Para cyclist melakukan pemanasan sebelum event sebenarnya yang berlangsung pada 25 April.



Rute simulasi dimulai dari Mapolda Jatim sampai titik finis di Pendapa Agung Desa Wonokitri, Tosari, Pasuruan. Simulasi bertujuan untuk memastikan bahwa para cyclist dan lintasan rute telah siap dipakai.



Start dimulai pukul 06.00 tepat. Rombongan mengawali perjalanan dengan rute mayoritas flatsepanjang 60 kilometer menuju ke Pasuruan. Meski flat, rute diwarnai jalan berlubang yang mau tak mau harus dilewati para peserta. Titik-titik lubang mulai memburuk di daerah Porong hingga Pasuruan. ’’Bahaya, rawan jatuh. Cukup mengganggu untuk peloton ini yang terdiri atas 200 cyclist. Nanti saat hari H pesertanya 1.100 orang, jadi lebih mengganggu,’’ ujar Rasditya Didit, salah seorang road captain.



Tak sampai dua jam perjalanan, para cyclist tiba di pemberhentian sementara pit stop pertama yang bertempat di pendapa Kabupaten Pasuruan. Dari pit stop pertama, rombongan bergerak menuju daerah Puspo sebagai lokasi pit stop kedua. Memasuki daerah Puspo, para cyclist disuguhi pemandangan indah khas pegunungan sekaligus tantangan tanjakan.



Saat tanjakan dimulai, peloton mulai terpecah. Belum lagi ditambah panas terik dengan suhu mencapai 30 derajat Celsius yang memanggang kulit. Salah seorang cyclist Aris Subekti menyatakan cukup kewalahan dengan tanjakan daerah Puspo yang ketinggiannya mencapai 622 meter di atas permukaan laut. ’’Untung, tidak kram dan masih kuat karena latihan rutin,’’ ucap cyclist yang tahun ini genap berusia 60 tahun itu.



Pit stop kedua bertempat di KUD Sembodo Puspo, tepatnya di kilometer 86. Perjalanan berlanjut dari pit stop kedua menuju Wonokitri yang dimulai pada pukul 09.25. Pada 14 kilometer terakhir itu, para cyclist berjibaku dan harus melintasi trek full tanjakan dengan gradien mencapai 16 persen.



Direktur Utama PT Jawa Pos Koran Azrul Ananda menyatakan, peningkatan jumlah peserta dari 900-an peserta menjadi 1.100 orang memerlukan manajemen yang matang dan persiapan ekstra. Lantaran semakin banyak peserta, tentu risiko peserta cedera, tidak finis, ataupun loading juga bakal meningkat.



’’Cyclist yang berpengalaman naik ke Bromo saja berat. Jadi, nanti untuk para peserta, sebaiknya tidak memaksakan ke atas bila sudah tidak kuat. Hormati cyclist lain yang benar-benar niat,’’ terangnya.



Lebih lanjut Azrul menyampaikan terima kasih kepada para cyclist SRBC yang berpartisipasi dalam acara cek rute kali ini. Sebab, bagaimanapun, simulasi sangat penting untuk dilakukan. ’’Meski sudah tahu tempat, geladibersih itu penting,’’ tambahnya.



Menurut dia, dalam simulasi tersebyt, dapat diketahui hasil hitungan waktu, kecepatan, situasi jalan, termasuk jalan berlubang dan lainnya. Dia berharap kendala jalan berlubang itu segera mendapat perhatian dari pemerintah terkait.



’’Dalam empat tahun (penyelenggaraan) ini, kondisi jalan tahun ini yang terburuk. Kami mendatangkan banyak sekali cyclist dari berbagai daerah, juga cyclist mancanegara yang berkunjung ke sini. Alangkah malunya kalau jalannya rusak,’’ katanya. (nes/c6/nur)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore