
SIAGA: Petugas berjaga di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Jakarta, Rabu (4/3). RS itu menerima sepuluh pasien rujukan terkait virus korona. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
JawaPos.com - Pemerintah pusat dan daerah didesak oleh publik untuk selalu transparan dalam mengumumkan sebaran kasus virus korona COVID-19 di tanah air. Kasus yang jumlahnya semakin bertambah dengan kasus kematian sebanyak 5 orang, semakin membuat masyarakat panik. Gelombang media sosial sudah menyerukan opsi locked down.
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Prof Hasbullah Thabrany menegaskan urusan transparansi data memang menyangkut manajemen dalam membuka data. Sayangnya kondisi masyarakat yang sensitif, membuat pemerintah dilema dalam membuka semua data lebih transparan.
"Kalau dari manajemen memang perlu dibuka informasinya, supaya masyarakat bisa tahu di mana saja persebarannya. (Tapi) Kondisi masyarakat memang sensitif," katanya kepada JawaPos.com baru-baru ini.
Disamping itu, Prof Hasbullah, masalah manajemen dan transparansi data virus korona tak bisa lepas dari urusan politik. Ia melihat, saat ini kebijakan para pemimpin daerah yang mengumumkan di wilayahnya, itu juga karena ada desakan warganya.
"Memang masalah manajemen di daerah ini tak bisa lepas dari urusan politik. Di mana tiap pemimpin daerah merasa terdesak juga membuka karena masyarakat sudah menuntut. Memang ada plus minusnya," katanya.
Baginya, transparansi data atau membuka lokasi mana saja yang ada positif virus korona diperlukan. Sehingga masyarakat bisa lebih berhati-hati untuk melakukan pencegahan. Meski begitu, untuk data identitas pasien tetap harus selalu dijaga kerahasiaannya.
"Ini semua masalah manajemen dan harus lebih berhati-hati menyampaikannya," ungkapnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=yNnCfdqZVKA
https://www.youtube.com/watch?v=0SinELPXYC8
https://www.youtube.com/watch?v=HhZjge6lJ78

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
