Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Februari 2022 | 02.31 WIB

Pemerintah Amankan 500 Juta Dosis Vaksin dari Luar Negeri

PASOKAN VAKSIN: Sebanyak 10 juta dosis bahan baku (bulk) vaksin CoronaVac dari Sinovac tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, kemarin. Tambahan pasokan ini untuk menunjang program vaksinasi nasional. (LUKAS/SETPRES) - Image

PASOKAN VAKSIN: Sebanyak 10 juta dosis bahan baku (bulk) vaksin CoronaVac dari Sinovac tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, kemarin. Tambahan pasokan ini untuk menunjang program vaksinasi nasional. (LUKAS/SETPRES)

JawaPos.com - Diplomasi vaksin Covid-19 Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terus bekerja. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 500 juta dosis vaksin yang berhasil diamankan untuk masyarakat Indonesia.

Menlu Retno Marsudi mengungkapkan, vaksin tersebut diperoleh dari berbagai jalur, baik bilateral maupun multilateral. Sebanyak 500 juta dosis tersebut didapat secara gratis baik melalui jalur Covax maupun dukungan dose sharing negara-negara sahabat. ”Pandemi telah memberikan tantangan pada pelaksanaan tugas diplomasi. Namun, kami bersyukur tugas diplomasi itu dapat bekerja semaksimal mungkin,” katanya dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR kemarin (14/2).

Dalam kesempatan itu, Retno turut menyoroti kesetaraan vaksin Covid-19 di seluruh dunia. Itu terlihat dari data UNDP. Per 9 Februari 2022, tercatat 68,18 persen warga di negara dengan pendapatan tinggi telah menerima satu dosis vaksin Covid-19. Sementara itu, di negara dengan penghasilan rendah, baru 12,11 persen warganya yang menerima suntikan dosis pertama. Di Afrika, misalnya. Sebanyak 85 persen penduduk di sana belum mendapatkan vaksin Covid-19 hingga saat ini.

Sementara itu, vaksinasi Covid-19 memengaruhi angka kesakitan dan kematian. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, sebanyak 60 persen dari mereka yang meninggal dan berada di ruang ICU belum vaksin lengkap. ”Untuk itu, tolong segera vaksin,” katanya.

Secara nasional, cakupan vaksinasi kedua belum mencapai 70 persen. Dalam kurun waktu tiga bulan saja, ada 10 juta orang yang terlambat mendapatkan vaksin. ”Yang di atas 6 bulan (keterlambatannya) ada 2,5 juta orang,” ungkapnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore