
Ilustrasi. Warga bersiap menerbangkan balon udara di Java Balloon Festival 2018 di Pekalongan. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
JawaPos.com - Beberapa daerah memiliki tradisi unik untuk merayakan Lebaran. Menerbangkan balon udara, salah satunya. Di sejumlah daerah, tradisi turun-temurun tersebut masih berlanjut hingga kini.
Balon udara biasanya dibuat beberapa hari menjelang Lebaran. Dananya hasil urunan warga kampung. Bahannya plastik yang disambung. Ukuran balon bervariasi. Ada yang sampai setinggi 25 meter.
Balon tersebut diterbangkan dengan cara dipasangi kain di bagian bawahnya. Kain yang telah dilumuri solar itu lantas dibakar. Di ujung balon dipasangi rentengan mercon. Begitu balon mengudara, mercon disulut.
Tradisi tersebut mendapat protes dari para pilot. Mereka beralasan, balon udara bisa mengganggu penerbangan. Kemarin (7/6) Ikatan Pilot Indonesia (IPI) menyampaikan protes resmi.
Dalam pernyataannya, Ketua IPI Kapten Iwan meminta regulator dan pemerintah daerah mengatur serta bekerja sama dengan semua pihak untuk menjalankan PM Nomor 40 Tahun 2018. Hingga Kamis (6/6), sudah ada 28 laporan pilot yang melihat balon udara. Namun, menurut Iwan, jumlah tersebut masih terus bertambah. ''Tadi pagi hingga siang (kemarin,Red) ada lagi 7 laporan,'' katanya kepada Jawa Pos kemarin. Dengan begitu, hingga kemarin sudah ada 35 laporan.
Dia mengungkapkan, sejauh ini para pilot sudah menerima notice to airmen (notam). Jika melihat balon udara terlalu dekat, pilot terpaksa mengambil manuver untuk menghindar. Namun, manuver yang dilakukan terlalu mendadak bisa membahayakan penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman serta kru kabin yang bertugas.''Bisa sampai loose object. Tapi, kami berharap tidak ada insiden,'' ujarnya.
Photo
TURUN-TEMURUN: Warga Ponorogo menerbangkan balon udara. Ujung balon dipasangi mercon renteng yang akan meletus di udara. (Dok. Jawa Pos)
Iwan menyatakan, kontak antara pesawat dan balon bisa sangat berbahaya. Balon bisa tersangkut di sayap, ekor, hingga flight control surfaces (elevator, rudder, dan aileron serta alat kendali utama pesawat). Akibatnya bisa sangat fatal. Pesawat menjadi sulit atau tidak bisa dikendalikan. Bahkan, pesawat bisa hilang kendali.
''Kalau balonnya masuk ke dalam mesin pesawat, mesin bisa mati, terbakar, atau bahkan meledak,'' jelasnya.
Balon yang tersangkut di hidung pesawat juga sangat berbahaya. Sebab, di situ terletak banyak sensor penerbangan. Balon bisa menutup sensor yang berfungsi mengukur ketinggian dan kecepatan pesawat. Akibatnya, informasi ketinggian dan kecepatan pesawat akan terganggu.
''Selain itu bisa menutupi kaca depan sehingga pilot sulit mendapatkan visual guidance (panduan pandangan kasatmata) dalam pendaratan,'' ungkapnya.
Kepada AirNav dan pemerintah, IPI berharap diterbitkan notam restricted area, bahkan prohibited area, untuk rute di atas wilayah yang diperkirakan banyak balon udara beterbangan disertai rute alternatif pada saat kegiatan festival balon berlangsung. ''Ini untuk menghindari risiko yang dapat ditimbulkan oleh kegiatan tersebut,'' katanya.
Selain itu, Iwan meminta para pelaku kegiatan ilegal penerbangan balon udara disanksi tegas. ''Saya juga minta kepada seluruh pilot Indonesia untuk terus melaporkan ke pihak-pihak terkait jika ditemukan hazard terkait balon udara,'' tegasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
