
VAKSINASI MASAL: Penyuntikan vaksin Covid-19 kepada tenaga kesehatan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
Photo
VAKSINASI MASAL: Penyuntikan vaksin Covid-19 kepada tenaga kesehatan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
Astera memerinci, total dana yang telah ditransfer Kemenkeu mencapai Rp 4,17 triliun untuk insentif nakes yang menangani Covid-19 di daerah. Dari jumlah itu, baru sekitar Rp 3 triliun yang dibayarkan pemda kepada nakes.
Kemenkeu dan Kemendagri mengimbau pemda agar sisa dana itu kembali dianggarkan di APBD 2021. Dengan begitu, pembayaran insentif nakes 2020 bisa segera dirampungkan. ”Kami sudah berkirim surat pada 4 Februari ini dan Kemendagri juga sudah pada tanggal yang sama,” tegasnya.
Kemenkeu dan Kemenkes masih menghitung lagi alokasi insentif nakes pada 2020. Ketika anggaran akan kembali dialokasikan atau carry over, Kemenkeu mengimbau agar pemda bisa menggunakan dana transfer umum yang dialokasikan untuk pembayaran tambahan kebutuhan bagi nakes. ”Dari segi penganggaran sudah semuanya dipikirkan penuh oleh pemerintah pusat,” tutur Astera.
Pada kesempatan yang sama, Sekjen Kemenkes Oscar Primadi menyatakan sedang me-review insentif nakes. Insentif tersebut merupakan apresiasi bagi nakes dalam menangani pandemi Covid-19. Menurut dia, pemerintah harus hati-hati dalam mengelola uang negara tersebut. ”Ini proses sedang berlanjut. Kami optimistis akan menyelesaikan kewajiban pemerintah untuk nakes,” kata Oscar.
Dengan perbaikan administrasi, Oscar yakin akan lebih baik. Terutama terkait dengan ketepatan waktu pencairan. Kemenkes terus berkoordinasi dengan Kemenkeu dan Kemendagri. Di seluruh faskes yang menangani pasien Covid-19, nakesnya bakal diberi tunjangan. ”Tunjangan PPDS (program pendidikan dokter spesialis, Red) juga kami berikan,” ungkap Oscar.
Vaksinasi Nakes
Kemarin (4/2) vaksinasi masal bagi tenaga kesehatan dilakukan di Istora Gelora Bung Karno. Sebelumnya, kegiatan serupa dilakukan di beberapa kota seperti Bandung, Surabaya, dan Jogjakarta.
”Meskipun di puskesmas-puskesmas dan rumah-rumah sakit di daerah sudah memulai vaksinasi, kita ingin mempercepat proses vaksinasi ini sehingga tadi (dilaksanakan) di Istora Gelora Bung Karno secara masal,” ujar Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Presiden bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyempatkan meninjau pelaksanaan vaksinasi masal tersebut.
Hingga saat ini, sebanyak 700.266 tenaga kesehatan memperoleh suntikan vaksin Covid-19. Jumlah tersebut merupakan 45 persen dari target sebesar 1,5 juta tenaga kesehatan. ’’Inilah yang ingin kita kejar sehingga kita bisa segera memulai yang di luar tenaga kesehatan,’’ tuturnya.
Baca juga: Insentif Nakes Batal Disunat, Anggaran Kesehatan Naik jadi Rp 254 T
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan, vaksinasi masal tersebut diperuntukkan bagi kurang lebih 5 ribu tenaga kesehatan. ’’Bapak Presiden berpesan bahwa tenaga kesehatan itu harus yang pertama dan harus selesai di bulan Februari ini untuk vaksin dosis pertama dan kedua,’’ jelasnya.
Vaksinasi masal itu sekaligus persiapan untuk melakukan vaksinasi dengan jumlah peserta yang lebih besar. Setelah tenaga kesehatan, selanjutnya adalah petugas publik. Tahapan itu diharapkan selesai pada April. ’’Jumlahnya ada 18 juta, supaya kita terbiasa,’’ ujarnya.
Di bagian lain, Indonesia telah menerima konfirmasi mengenai indikasi alokasi tahap awal vaksin multilateral, yakni dari mekanisme Covax Facility. Sesuai dengan surat dari GAVI yang diterima pada 30 Januari 2021, di tahap awal Indonesia akan menerima 13,7−23,1 juta dosis vaksin. Jenis vaksin yang diberikan ialah AstraZeneca.
Sekretaris Bidang Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Daniel Tumpal Simanjuntak mengungkapkan, vaksin tersebut akan dikirim dalam dua batch. Batch pertama sebanyak 25−35 persen. Proses distribusi akan dilakukan setelah vaksin mendapat emergency use listing dari WHO, validasi dari kelompok Independent Allocation of Vaccines Task Force (AIVG), dan ketersediaan suplai dari manufaktur sesuai dengan perkiraan awal.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Fucroe2o21M

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
