
Sopir mobil jenazah Dinsos Surabaya. (Dok. Dinsos Surabaya)
Mencium bau anyir, amis, atau busuk sudah jadi makanan sehari-hari bagi sopir ambulans khusus jenazah Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya. Padahal, mobil selalu tersimpan dalam kondisi bersih. Belum lagi keranda yang bergerak atau sirene yang mendadak berbunyi.
---
SAKING banyaknya cerita mistis, para sopir mobil jenazah sudah tak punya rasa takut. Mereka menganggapnya hal yang biasa. Sesekali dibuat bercanda. Semuanya dilakukan karena tuntutan pekerjaan. Juga karena rasa kemanusiaan. ”Bawa mayat yang busuk hingga tubuhnya berantakan sudah biasa,” kata Danny Debby, perawat yang juga menjadi pendamping sopir mobil jenazah Dinsos Surabaya.
Bau busuk, anyir, dan amis tak hanya muncul saat malam, tapi juga pagi hari. Mereka berusaha mendiamkannya saja. Pernah suatu hari Danny mendapat tugas mengantar jenazah bersama seorang sopir. Setelah mengambil kunci, dia lantas menuju salah satu mobil jenazah. Saat berada di samping kaca, dia tersentak kaget.
Sosok hitam sedang duduk di kursi sopir. Padahal, sopir beneran ada di sampingnya. Melihat itu Danny langsung balik. Begitu juga rekannya yang bertugas sebagai sopir. Mereka berdua sama-sama melihat sosok tersebut. Mereka tak berbuat apa-apa selain ganti mobil yang lain.
Herno yang bertugas sebagai pendamping sopir juga sering mengalami hal ganjil. Terutama saat masih dibolehkan mengantar jenazah ke luar kota. Dia bercerita, waktu itu ada tugas mengantar jenazah ke Pamekasan. Saat berangkat memang tidak ada yang aneh. Semuanya berjalan lancar. Namun, sepanjang perjalanan pulang, bulu kuduknya merinding. Dia mendengar suara besi yang berderak. Saat mobil dihentikan, bunyi hilang.
Herno sempat mengira pintu belakang ambulans tak tertutup rapat. Tapi, kondisinya ternyata baik-baik saja. Belum sempat mobil berjalan, dia melihat ternyata suara itu muncul dari keranda kosong yang bergerak sendiri.
Hampir semua petugas pernah mengalami kejadian semacam itu. Biasanya itu terjadi pada jenazah yang tubuhnya kurang lengkap. Atau mereka yang meninggalnya kurang wajar. Misalnya dibunuh atau bunuh diri maupun terlibat kecelakaan.
Saking seringnya, petugas sampai punya cara saat itu terjadi. ”Biasanya kami bilang, ’Mbah ojok ganggu, Mbah. Kami ini kerja’,” kata Herno. Setelah diucapkan, keranda kemudian diam. ”Kejadian ini nggak mengenal waktu. Kapan pun bisa, termasuk saat siang,” terangnya.
Kejadian ganjil lainnya adalah mesin dan sirene yang berbunyi sendiri. ”Sudah biasa mobil dan sirene menyala sendiri,” kata salah satu sopir mobil jenazah bernama Slamet Raharjo. Tapi biasanya tidak lama. Beberapa menit sudah berhenti kembali. Petugas pun hanya bisa melihat. ”Kalau soal ini sudah tidak takut. Tapi, misalnya ada kuntilanak atau pocong, saya ya kabur,” ungkap Slamet.
Kejadian serupa kerap terjadi saat menjemput korban kecelakaan. Saat itu pada dini hari ada kecelakaan di Jalan Prapen. Korbannya meninggal dunia. Tubuhnya pun ada yang sudah tak utuh. Saat berangkat, sirene dan lampu rotari bisa nyala. Namun, saat hendak menuju kamar mayat RSUD dr Soetomo, sirene dan lampunya mati.
Slamet dan para petugas lainnya sudah biasa menemui hal yang ganjil. Bahkan, dia pun sudah terbiasa mencari potongan tubuh yang hilang. Biasanya pada korban kecelakaan. Takut tentu. Tapi, mereka lebih memikirkan keluarga korban jika jenazah kembali dalam keadaan tidak utuh.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
