
Wamenag Zainut Tauhid Sa
JawaPos.com–Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi menyebut pesantren berkontribusi dalam berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pesantren juga berperan besar dalam pembangunan bangsa, termasuk dalam mengawal pemahaman keagamaan masyarakat yang tawassuth atau moderat.
”Saya meyakini bahwa pesantren adalah tonggak utama dalam mengawal moderasi beragama,” tegas Zainut Tauhid Sa'adi saat memberikan sambutan pada Haflatul Ikhtitam Pondok Pesantren Asshiddiqiyah di Kedoya, Jakarta, pada Sabtu (3/4).
Menurut Zainut, moderasi beragama tidak akan dapat tercipta tanpa prinsip adil dan berimbang. Prinsip seperti itu selama ratusan tahun diajarkan di lingkungan pesantren.
Islam wasathiyah atau Islam tengahan, lanjut Zainut, sesungguhnya menjadi solusi antara dua ekstremitas beragama. Yaitu pertama, ekstrimitas beragama yang bersumber dari tafsir agama yang tekstualis, literer, dan hanya berdasar pada dhohir nash. Tafsir itu menyebabkan pemahaman agama yang sempit, konservatif, dan ultrakonservatif.
”Pada titik tertentu dapat membenarkan kekerasan dan kebencian atas nama agama,” ujar Zainut Tauhid Sa'adi.
Sedangkan yang kedua adalah ekstremitas agama yang ingin melepaskan diri dari teks-teks agama. Kemudian mengarah pada pemahaman agama yang bebas dan liberal.
”Pemerintah meyakini, pengetahuan agama Islam secara menyeluruh dan mendalam yang adil dan berimbang, banyak bermula dari tradisi pembelajaran di pesantren,” jelas Zainut Tauhid Sa'adi.
Zainut yakin, pendidikan model pesantren dapat menjadi jawaban atas meningkatnya semangat masyarakat untuk belajar agama saat ini. Fenomena yang ditemui, meningkatnya gairah belajar agama di masyarakat sering kali tersalurkan melalui pembelajaran lewat internet dan media sosial.
”Kondisi ini sulit untuk dipastikan kesesuaian metode pembelajaran, sanad keilmuan, dan kapasitas pengajar agamanya,” terang Zainut Tauhid Sa'adi.
Pembelajaran agama yang keliru terbukti berpengaruh pada munculnya eksklusivisme beragama dan intoleransi. Hal itu berpotensi konflik di tengah masyarakat, serta mengancam kesatuan bangsa dan nilai-nilai kemanusiaan.
”Oleh sebab itu, kami mengajak seluruh masyarakat pesantren untuk memasyarakatkan dan memelihara Islam wasathiyah, yang merupakan solusi paling tepat menghadapi kemajemukan bangsa,” papar Zainut Tauhid Sa'adi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=phBZ7bmRUnc

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
