
Layar menampilkan pergerakan IHSG saat penutupan perdagangan PT Bursa Efek Indonesia Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pasar saham Indonesia dibuka zona hijau pada level 8.678 pada pembukaan perdagangan saham tahun 2026, Jumat (2/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pukul 09.05 WIB tercatat di posisi 8.678 atau menguat 0,36 persen atau 31,12 basis points.
Mengutip data IDX Composite di Bursa Efek Indonesia, volume transaksi di perdagangan tercatat 2.823 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.473 triliun. Adapun frekuensi transaksi tercatat 213.210 kali.
Sebelumnya, menutup tahun 2025, pasar saham Indonesia ditutup di zona hijau pada level 8.646. Angka tersebut naik 0,03 persen atau 2.68 poin dengan volume transaksi tercatat 38,747 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 20,039 triliun. Adapun frekuensi transaksi tercatat 2.578.000 kali.
"Hari ini menjadi momentum refleksi sekaligus bentuk apresiasi kami yang sebesar-besarnya atas dukungan, sinergi dan kontribusi seluruh pemangku kepentingan yang telah berkolaborasi dalam menghadapi tahun 2025," ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman, pada penutupan perdagangan bursa saham, Selasa (30/12).
Di sisi lain, sepanjang semester-I 2025, pergerakan IHSG berada dalam tekanan kuat akibat kombinasi faktor global dan geopolitik. Indeks komposit bahkan sempat menyentuh level terendah di 5.996.
"Terutama ketika Presiden Trump mengumumkan mengenai tarif dagang resiprokal dengan US. Itu yang membuat beberapa kondisi sehingga indeks kita tertekan," lanjutnya.
Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilanus Nico Demus menilai bahwa kedatangan Menteri Keuangan yang baru, telah memberikan berbagai kebijakan sehingga mendatangkan sebuah harapan baru.
"Hal ini yang turut memberikan rasa optimis di tahun 2026 mendatang. Selain itu, bauran kebijakan juga datang dari Bank Indonesia, sehingga hal ini semakin menguatkan kepercayaan kami menatap pergerakan IHSG di tahun 2026," kata Maximilanus dalam analisisnya.
Di sisi lain, menurutnya performa indeks global di sepanjang 2025 cenderung mengalami penguatan. Terlihat bahwa indeks negara maju mengalami perubahan yang cukup signifikan. Hal ini sejalan dengan IHSG atau JCI, dímana IHSG mengalami penguatan sebesar +22,56 persen atau lebih tinggi dibandingkan indeks negara maju lainnya.
Meskipun begitu, valuasi IHSG hampir mendekati rata-rata PE indeks global, sehingga dinilai cukup mahal. "Di sisi lain, kami menilai tahun depan penguatar masih berlanjut sejalan dengan optimisme pasar terhadap perekonomian dalam negeri," tukasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
