
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno resmi melepas keberangkatan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk korban banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. (istimewa)
JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno resmi melepas keberangkatan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk korban banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Pelepasan bantuan dilakukan di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, Minggu (30/11).
Wagub Rano menyampaikan rasa duka mendalam atas bencana yang terjadi di sejumlah daerah tersebut. Ia berharap bantuan dari masyarakat Jakarta ini bisa meringankan beban para penyintas dan mempercepat proses pemulihan.
"Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami menyampaikan empati dan kepedulian yang mendalam kepada saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh," ujarnya.
Selain logistik, tenaga kesehatan juga ikut dikerahkan untuk memastikan pelayanan dasar dapat segera diberikan di lokasi bencana.
Rano menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci percepatan bantuan. Ia menilai gerak cepat berbagai pihak menunjukkan kekuatan gotong royong masyarakat Indonesia.
"Solidaritas seperti ini menunjukkan kekuatan kita sebagai bangsa. Ketika pemerintah, lembaga, TNI, dan masyarakat bergerak bersama, kita dapat menghadirkan pertolongan lebih cepat dan tepat," ucapnya.
Penyaluran bantuan dilakukan dengan dukungan penuh TNI Angkatan Laut. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali, memastikan bahwa bantuan diberangkatkan menggunakan tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), yakni KRI Dr. Soeharso, KRI Semarang, dan KRI Teluk Gilimanuk.
"Bantuan logistik, bahan kontak, serta perlengkapan pendukung seperti alat berat dan perahu karet akan dikirimkan ke wilayah terdampak. Nantinya, kapal-kapal ini akan berpencar menuju beberapa titik, termasuk Lhokseumawe, Nias, Sibolga, dan Langsa," tegas Muhammad Ali.
Pemprov DKI melalui BPBD juga memastikan koordinasi terus ditingkatkan agar kebutuhan dasar warga terdampak bisa terpenuhi secepat mungkin.
Bantuan yang dikirim mencakup kebutuhan pokok, peralatan keluarga, perlengkapan sandang, air bersih, tandon air, serta dukungan logistik lainnya. Penyaluran berasal dari BPBD, BUMD, instansi pemerintah, perusahaan swasta, dan sumbangan warga.
Ringkasan Total Bantuan Per Kategori
Bantuan kemanusiaan ini berasal dari berbagai instansi pemerintah, mulai dari BPBD DKI Jakarta, BNPB, serta sejumlah BUMD Pemprov DKI seperti MRT Jakarta, JakPro, JIEP, Sarana Jaya, Food Station, PAM Jaya, Transjakarta, Bank Jakarta, Jamkrida, PalJaya, Darma Jaya, dan Pasar Jaya. Berbagai lembaga ini berkontribusi dalam bentuk bahan pangan, perlengkapan keluarga, hingga sarana air bersih.
Selain BUMD, bantuan juga datang dari sektor swasta seperti PT Trias, Inorateks, PT Tourisindo, serta Cemani Toka. Mereka menyumbang kebutuhan dasar seperti susu, makanan instan, perlengkapan mandi, selimut, jaket, hingga kebutuhan bayi.
Tidak hanya institusi besar, partisipasi warga juga hadir melalui bantuan pribadi dari Bapak Ahuat serta Keluarga Roestandi. Mereka menyumbangkan beras, mi instan, pakaian layak pakai, makanan siap konsumsi, hingga perlengkapan bayi. Selain itu, Taman Impian Jaya Ancol turut memberikan dukungan berupa sarung dan selimut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
