
Delegasi Pemerintah Federasi Rusia mengunjungi BNN untuk memperkuat kerja sama penanganan narkotika. (Istimewa)
JawaPos.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) menerima kunjungan delegasi Pemerintah Federasi Rusia ke kompleks fasilitas BNN di Lido, Jawa Barat. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mempererat kerja sama dalam peningkatan kapasitas penegakan hukum dan penanganan narkotika antara kedua negara.
Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto mengatakan kunjungan dimulai di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, di mana delegasi mendapatkan penjelasan mendalam mengenai program penguatan kompetensi aparatur BNN. "Sistem pelatihan terintegrasi serta strategi peningkatan kualitas SDM dalam penanganan kasus narkotika juga menjadi fokus utama dalam sesi ini, " kata Suyudi, kemarin (17/11).
Agenda dilanjutkan ke Fasilitas K9 Handler BNN, di mana delegasi menyaksikan demonstrasi kemampuan anjing pelacak BNN dalam mendeteksi narkotika. Delegasi Rusia mengapresiasi profesionalisme tim K9 serta teknologi pendukung yang digunakan dalam operasi di lapangan.
"Di Laboratorium Narkotika BNN, kami juga memaparkan terkait standar pengujian ilmiah, metode analisis laboratorium, serta peran penting fasilitas ini dalam pembuktian ilmiah dan pendukung penyidikan tindak pidana narkotika, " jelasnya.
Kunjungan diakhiri di Balai Besar Rehabilitasi BNN, di mana delegasi melihat langsung fasilitas layanan rehabilitasi terpadu, mulai dari asesmen medis, intervensi psikososial, hingga program reintegrasi sosial bagi klien. Delegasi Rusia memberikan apresiasi terhadap pendekatan rehabilitatif BNN yang dinilai komprehensif dan dapat menjadi model kolaborasi dalam penanganan pengguna narkotika.
"Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama bilateral antara BNN dan lembaga mitra di Federasi Rusia. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi ajang untuk menunjukkan berbagai bentuk kontribusi yang berpotensi diberikan oleh pihak Rusia dalam mendukung upaya penanggulangan narkotika di Indonesia, " ujarnya.
Kontribusi tersebut dapat berupa peningkatan kapasitas aparatur melalui pelatihan teknis, transfer pengetahuan dan metode investigasi modern, dukungan teknologi pendukung penegakan hukum, serta pengembangan infrastruktur yang relevan bagi upaya pemberantasan narkotika.
"Melalui kunjungan ini, diharapkan tercipta pemahaman bersama mengenai peluang kolaborasi yang lebih strategis, komprehensif, dan berdampak nyata bagi penanggulangan narkotika di Indonesia, " tutupnya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
