Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 November 2025 | 22.53 WIB

Kiprah Sarwo Edhie Wibowo, Mertua SBY yang Kini Dapat Gelar Pahlawan Nasional dari Presiden Prabowo

Potret Sarwo Edhie Wibowo, mantan panglima Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) atau Kopassus. (Wikipedia) - Image

Potret Sarwo Edhie Wibowo, mantan panglima Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) atau Kopassus. (Wikipedia)

JawaPos.com - Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada Senin (10/11), Presiden Prabowo Subianto mengumumkan 10 tokoh yang mendapat gelar pahlawan nasional. Salah satunya adalah tokoh militer Sarwo Edhie Wibowo. Mantan panglima Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) atau Kopassus tersebut mendapat gelar pahlawan nasional bersama tokoh lain seperti Soeharto dan Gus Dur. 

Bagi para prajurit Baret Merah, Kopassus, nama Sarwo Edhie adalah legenda. Bukan hanya kisah-kisahnya abadi dalam berbagai buku, salah seorang jenderal purnawirawan Angkatan Darat tersebut mendapat tempat istimewa di markas Kopassus. Namanya disematkan pada salah satu gedung di Komplek Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur (Jaktim). Bagi Angkatan Darat dan TNI, jasa-jasa Sarwo Edhie sangat luar biasa. 

Tokoh militer yang juga mertua Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengakhiri dinas dengan pangkat terakhir letjen TNI, Sarwo Edhie mendapatkan pangkat jenderal kehormatan dari Soeharto. Pangkat kehormatan itu diberikan lantaran Sarwo Edhie dinilai memiliki jasa besar dalam penumpasan Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia atau G30S/PKI. Sehingga pangkatnya dinaikan dari letjen menjadi jenderal. 

Lahir pada 25 Juli 1927 di Purworejo, Jawa Tengah (Jateng), Sarwo Edhie memilih jalan hidup sebagai pejuang melalui PETA. Dia bergabung dengan PETA saat Jepang berkuasa di Indonesia. Dia kemudian bergabung dengan BKR setelah Indonesia merdeka. Karir militernya terus naik hingga mendapat kepercayaan untuk memimpin pasukan-pasukan penting seperti  Komandan Batalyon di Divisi Diponegoro, Komandan Resimen Divisi Diponegoro, sampai masuk RPKAD. 

RPKAD merupakan satuan elite Angkatan Darat yang bertransformasi menjadi Kopassus. Sampai saat ini, Kopassus dikenal sebagai salah satu pasukan khusus terbaik. Nama besar Kopassus tidak lepas dari peran dan sentuhan Sarwo Edhie. Dari Sarwo Edhie juga lahir seorang jenderal TNI AD bernama Pramono Edhie Wibowo, dia pernah menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) saat SBY bertugas sebagai presiden. 

Sementara SBY yang memimpin Indonesia selama 10 tahun sejak 2004-2014, adalah menantunya. SBY menikahi almarhumah Kristiani Herrawati yang tidak lain adalah salah satu dari putri Sarwo Edhie Wibowo. Tidak berhenti sampai putra dan menantunya, darah militer mengalir sampai cucunya. Yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sebelum menjadi salah satu menteri di bawah Presiden Prabowo, AHY pernah berdinas di TNI AD sampai berpangkat mayor. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore