Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Oktober 2025 | 20.52 WIB

Hari Batik Nasional: Dekranasda Surabaya Gandeng Gita Orlin Tampilkan Koleksi Spesial di In2motionfest 2025

Dekranasda Surabaya menggandeng desainer Gita Orlin perkenalkan koleksi spesial Batik Surabaya di ajang In2motionfest 2025 bertema "Culture Highclere" yang digelar 8-12 Oktober 2025 di JIEXPO Jakarta. - Image

Dekranasda Surabaya menggandeng desainer Gita Orlin perkenalkan koleksi spesial Batik Surabaya di ajang In2motionfest 2025 bertema "Culture Highclere" yang digelar 8-12 Oktober 2025 di JIEXPO Jakarta.

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) terus memperkuat komitmennya dalam mempromosikan warisan budaya lokal. Bertepatan dengan Hari Batik Nasional, 2 Oktober 2025, Dekranasda Surabaya menggandeng desainer Gita Orlin memperkenalkan koleksi spesial Batik Surabaya di ajang Indonesia International Modest Fashion Festival (In2motionfest) 2025.

Perhelatan fashion bergengsi ini akan digelar pada 8-12 Oktober 2025 di JIEXPO Convention Center & Theater, Jakarta, dengan menampilkan sepuluh model busana bernuansa elegan bertema "Culture Highclere". Tema ini bertujuan untuk membuktikan Batik Surabaya sangat bisa digunakan dalam fashion di berbagai masa dan sekaligus menginspirasi perempuan muslim Indonesia untuk semakin percaya diri mengenakan Wastra Indonesia.

Ketua Dekranasda Kota Surabaya, Rini Indriyani, secara langsung menjadi model dalam sesi pemotretan busana batik yang memadukan motif Bunga Bungur, Mangrove, dan Abhiboyo. Ia menegaskan kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mempromosikan Batik Surabaya.

“Harapan kami ketika batik ini berkolaborasi dengan Gita Orlin, batik kami akan dikenal baik di kancah nasional maupun internasional,” ujar Rini saat ditemui di Plaza Internatio, Kota Lama Surabaya, Rabu (1/10/2025).

Rini mencontohkan busana yang dikenakannya merupakan perpaduan batik dan bludru dengan aksen payet. Menurutnya, hasil karya Gita Orlin mampu membuktikan bahwa Batik Surabaya dapat digunakan oleh berbagai kalangan dengan beragam bentuk tubuh.

Dekranasda Surabaya menggandeng desainer Gita Orlin perkenalkan koleksi spesial Batik Surabaya di ajang In2motionfest 2025 bertema "Culture Highclere" yang digelar 8-12 Oktober 2025 di JIEXPO Jakarta.

"Saya ingin membuktikan bahwa batik itu bisa digunakan semua kalangan, semua orang dengan bentuk badan yang bermacam-macam. Ternyata di tangan Gita Orlin, batik itu jadi kelihatan lebih mewah," jelasnya.

Rini juga mengungkap kesuksesan kolaborasi sebelumnya dengan Gita Orlin, dimana produk yang ditampilkan saat fashion show langsung sold out dan mendapat banyak pesanan dari pelanggan.

"Hal ini menunjukan bahwa batik, khususnya dari Surabaya digemari dan dapat menjadi tren busana di era saat ini. Seperti yang saya kenakan saat ini, cocok untuk segala usia dan bentuk badan,” imbuhnya.

Perempuan yang juga akrab disapa Bunda Rini ini menjelaskan tiga kombinasi motif batik yang dipilih dalam koleksi terbaru tersebut, memiliki pesan yang merepresentasikan Kota Pahlawan. Seperti motif Bunga Bungur melambangkan sifat asli orang Surabaya, yakni terbuka dan egaliter, serta solidaritas dan toleransi.

Kemudian, motif Abhiboyo menggambarkan sosok warga Surabaya yang halus, jujur, memiliki tanggung jawab besar, dan pemberani. Ada pula motif Mangrove yang memiliki arti ketangguhan dan kemampuan untuk berkembang di tengah dinamika kehidupan modern.

Dekranasda Surabaya menggandeng desainer Gita Orlin perkenalkan koleksi spesial Batik Surabaya di ajang In2motionfest 2025 bertema "Culture Highclere" yang digelar 8-12 Oktober 2025 di JIEXPO Jakarta.

"Lalu, ada motif Kembang Setaman, perpaduan Kembang Bungur dan Mangrove, yang melambangkan harmoni antara budaya dan alam di Kota Surabaya,” terangnya.

Rini juga memastikan Dekranasda akan terus berinovasi, tidak lagi hanya menampilkan satu motif, tetapi mengkombinasikan pola dalam satu desain batik. "Semakin ke depan semakin lebih berinovasi, semakin lebih menarik lagi dan tentunya bisa diterima oleh pasar baik nasional maupun internasional," paparnya.

Tak lupa, Rini mengajak masyarakat Surabaya untuk tidak ragu menggunakan batik motif kota asalnya. Apalagi, Batik Surabaya saat ini sudah memiliki ragam model yang bisa disesuaikan untuk usia remaja hingga dewasa.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore