Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 23.02 WIB

Momen Haru saat Air Mata Sri Mulyani Jatuh Kala Diberi Bunga Mawar Putih

Sri Mulyani Indrawati berada di tengah kerumunan menyalami para pegawai Kementerian Keuangan, di Gedung Juanda I, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (9/9). (Agas Putra Hartanto/Jawa Pos) - Image

Sri Mulyani Indrawati berada di tengah kerumunan menyalami para pegawai Kementerian Keuangan, di Gedung Juanda I, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (9/9). (Agas Putra Hartanto/Jawa Pos)

JawaPos.com - Momen haru terlihat saat mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan serah terima jabatan di Gedung Kementerian Keuangan, Selasa (9/9) pagi. Air mata Menteri yang bekerjasama dengan tiga presiden itu mulai jatuh.

Tangis haru Sri Mulyani tampak terlihat. Sejumlah pegawai Kemenkeu tampak memberikan mawar putih untuk Sri Mulyani saat Sri berjalan keluar dari Gedung Kemenkeu.

Sri Mulyani adalah satu-satunya menteri keuangan yang menjabat di tiga masa kepresidenan berbeda, yaitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden Joko Widodo, dan Presiden Prabowo Subianto.

Jabatan Sri Mulyani resmi berakhir pada Senin (8/9) kemarin. Ia digantikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melalui pelantikan langsung di Istana Negara oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ruang Privasi 

Serah terima jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) oleh Sri Mulyani Indrawati kepada Purbaya Yudhi Sadewa sudah dilaksanakan, pukul 10.00, Senin (9/9). Perempuan yang akrab disapa Ani itu nampak didampingi sang suami disambut meriah oleh para pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Dia menyatakan pamit dan berpesan jangan pernah lelah mencintai Indonesia. "Ini merupakan suatu kehormatan dan juga privilege atau keistimewaan bagi saya. Yang diberikan kepercayaan, tugas, mengabdi, dan berbakti untuk bangsa dan negara. Membantu Presiden terpilih untuk mencapai cita-cita Republik Indonesia," kata Ani di Gedung Juanda I, Kemenkeu.

Dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran serta pegawai yang telah bersama-sama mengelola keuangan negara di dalam situasi yang terus berubah. Makin kompleks dengan perubahan teknologi digital, tantangan struktural, dan tren geopolitik yang sedang terjadi.

"Tidak pernah mudah," ungkapnya.

Ani juga mengapresiasi berbagai kritik. Yang terus memperbaiki kebijakan, regulasi, dan respons Kemenkeu dalam menjalankan tugas. Ibarat peribahasa: tidak ada gading yang tidak retak, maka tidak ada manusia yang sempurna.

Dalam menjalankan amanah pasti ada kekurangan maupun kekhilafan. "Untuk itu saya dengan rendah hati memohon maaf," ucapnya. Dia juga menyampaikan pamit, undur diri sebagai Menkeu.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu meminta untuk menghormati ruang pribadi kehidupannya. Mengingat, kini jabatan negara sudah lepas dari pundaknya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore