
Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menyampaikan keterangan kepada awak media usai menutup P3N XXV di Jakarta pada Kamis (21/8). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily menutup Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXV pada Kamis (21/8). Total 100 orang yang terdiri atas jenderal TNI, Polri, ASN, dan tokoh masyarakat lulus dari pendidikan tersebut. Mereka diharapkan bisa menerjemahkan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dengan baik.
Dalam Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional XXV, Ace menyebut, 60 persen di antaranya merupakan jenderal berlatar belakang TNI dan Polri. Kemudian terlibat dalam pendidikan tersebut para ASN dan tokoh masyarakat dari seluruh wilayah Indonesia. Mereka mendapatkan pendidikan mengenai geopolitik, ketahanan nasional, kewaspadaan nasional, serta olah sistem manajemen nasional.
”Diharapkan, selain mereka memiliki karakter negarawan, berpikir holistik, dan mampu berpikir strategik dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini, mereka mampu menerjemahkan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” ungkap dia kepada awak media.
Sebagai lembaga negara yang bertugas mencetak pimpinan nasional, Ace menyampaikan bahwa Lemhannas berusaha berkontribusi dengan mengeksplorasi berbagai program prioritas pemerintah. Termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan pangan, ketahanan energi, dan target peningkatan ekonomi nasional pada 2029 sebesar 8 persen.
”Semua bisa kami dorong melalui para calon pimpinan nasional yang memiliki kepiawaian dalam menjalankan tugas-tugas negara ini,” imbuhnya.
Politisi Partai Golkar tersebut mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia membutuhkan pimpinan nasional yang mengetahui, memahami, dan bisa membaca situasi geopolitik global. Menurut dia, semua itu berpengaruh terhadap ketahanan nasional Indonesia. Apalagi bila melihat dinamika global yang tidak menentu dan sangat perlu diantisipasi.
”Karena itu, kita membutuhkan pimpinan yang mampu menerjemahkan visi misinya Presiden Prabowo yang memang sangat ideal sekali buat bangsa ini. Memastikan soal ketahanan pangan, memastikan soal ketahanan energi, peningkatan sumber daya manusia,” jelasnya.
Tanpa kepiawaian, keterampilan, serta kemampuan para pelaksana kebijakan yang tidak lain adalah pimpinan-pimpinan nasional jebolan Lemhannas, Ace khawatir target Indonesia Emas 2045 tidak tercapai. Untuk itu, Lemhannas membekali para pemimpin nasional tersebut. Baik pemimpin nasional berlatar belakang TNI, Polri, ASN, maupun tokoh masyarakat.
”Agar mereka memiliki satu pandangan yang sama tentang bagaimana kita bisa mewujudkan cita-cita tersebut. Karena itu, pendidikan di Lemhannas ini mengintegrasikan TNI, Polri, ASN, tokoh-tokoh masyarakat agar mereka bersatu dalam satu cita-cita yang sama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” bebernya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
