
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memimpin penanaman jagung kuartal III di wilayah Hutan Selo Lestari, Desa Selojari, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (9/7).(ANTARA)
JawaPos.com - Ikhtiar pemerintah mewujudkan swasembada jagung nasional turut melibatkan Polri. Peran Korps Bhayangkara dalam mencapai target itu sudah terbukti berbuah hasil.
Produksi jagung dari petani Indonesia meningkat. Untuk itu, Polri terus mendorong agar produksi jagung semakin baik.
Merujuk data Badan Pangan Nasional, kebutuhan jagung nasional terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri pakan ternak dan konsumsi rumah tangga. Karena itu, pemerintah menargetkan swasembada jagung tercapai secara penuh pada 2027.
Menurut R. Haidar Alwi selaku pendiri Haidar Alwi Institute, peran dan kontribusi Polri dalam pembangunan sektor pertanian, khususnya jagung sangat vital. Tidak hanya itu, Polri juga memastikan rantai distribusi dan keamanan pangan tetap terjaga.
”Polri tidak lagi hanya identik dengan penegakan hukum. Kini mereka terlibat aktif dalam mendukung pembangunan, termasuk pertanian. Peran itu sangat penting untuk menjamin keberhasilan program swasembada jagung Indonesia,” kata Haidar dalam keterangan resmi pada Sabtu (2/8).
Menurut Haidar, Polri telah banyak membantu mengatasi berbagai tantangan pada sektor pertanian. Misalnya pengawasan distribusi pupuk bersubsidi, penanggulangan mafia pangan, dan pengamanan lahan pertanian dari praktik-praktik ilegal.
”Kita tahu banyak lahan pertanian yang terancam alih fungsi atau dikuasai pihak-pihak tertentu. Polri hadir sebagai garda depan menjaga agar petani tetap memiliki akses atas tanah dan sarana produksi,” ungkap Haidar.
Tidak hanya itu, Polri juga memberikan pendampingan kepada para petani melalui program-program kemitraan yang dijalankan. Salah satu contohnya adalah kerja sama Polri dengan kementerian terkait untuk mendampingi petani jagung di daerah sentra produksi.
”Polri juga berkontribusi dalam edukasi petani melalui Bhabinkamtibmas yang bertugas di desa. Itu sangat strategis karena menyentuh langsung masyarakat di tingkat akar rumput,” jelasnya.
Haidar menilai peran Polri juga penting dalam mengatasi kendala distribusi hasil panen. Dia menyebut, di sejumlah daerah, Polri terlibat aktif dengan cara mengawal distribusi jagung agar tidak terhambat oleh spekulan atau tengkulak yang berpotensi merugikan petani.
Haidar menyatakan bahwa keberhasilan mencapai target swasembada jagung bergantung pada stabilitas sosial dan keamanan wilayah pedesaan. Dalam hal ini, Polri memiliki peran vital menciptakan lingkungan yang kondusif bagi aktivitas pertanian.
Di berbagai daerah seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Lampung, keberadaan personel Polri dalam membantu pendampingan petani jagung telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Produktivitas meningkat dan petani merasa lebih dilindungi.
”Kalau petani tenang, mereka bisa fokus bertani. Tidak takut pupuk disabotase, tidak khawatir panen diganggu tengkulak, dan distribusi tidak tersendat. Itu semua karena ada pendampingan dari Polri,” tandasnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
