Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 April 2025 | 02.02 WIB

Motif Pembunuhan Ayah Kandung di Surabaya, Pelaku Sakit Hati Istri dan Mertuanya Disalahkan

BUNUH AYAH KANDUNG: Abner Uki Oktavian hanya bisa tertunduk lesu pada saat diamankan Polrestabes Surabaya kemarin (9/4) atas kasus pembunuhan yang menewaskan sang ayah kandung, Saluki. (Sholeh Hilmi)

 

JawaPos.com - Polrestabes Surabaya, Rabu (9/4), mengungkap aksi pembunuhan yang dilakukan Abner Uki Oktavian terhadap sang ayah kandung, Saluki. Motif penganiayaan yang berujung pada kematian tersebut dipicu oleh persoalan sakit hati. Korban diduga menyeret istri dan mertua Abner atas persoalan yang dilakukannya. 

Aksi pembunuhan terhadap ayah kandung itu bermula pada Sabtu (5/4) pukul 00.30 dini hari lalu. Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Aris Purwanto menyampaikan bahwa Abner memboncengkan sang ayah kandung dalam perjalanan menuju kawasan Darmo Permai tersebut.

Selama perjalanan itu, Saluki berulang kali menanyakan keberadaan mobil Fortuner yang digadaikan oleh Abner. Pengusaha jual beli mobil itu juga menyalahkan Abner sebab mobil Fortuner miliknya tak kunjung kembali. 

Tak hanya menyalahkan sang anak kandung, Saluki juga turut menyeret sang menantu dan pihak besan atas perbuatan Abner. "Motifnya kesal, sakit hati. Yang bersangkutan disalahkan. Termasuk istri dan mertuanya juga disalahkan oleh pelaku," beber Aris. 

Merasa sakit hati dengan perkataan sang ayah, Abner lantas merancang rute perjalanan yang akan dilaluinya bersama dengan Saluki. Abner sengaja memilih jalanan sepi dengan penerangan relatif minim di Jalan Raya Darmo Permai II, Sukomanunggal.

Pelaku lantas menghentikan kendaraannya tepat di sebuah lahan kosong di kawasan tersebut. "Yang bersangkutan sudah memetakan lokasi. Di TKP, motor berhenti pelaku menyikut korban dengan tangan kanan," sambungnya.

Aksi menyikut tersebut menyebabkan luka pada bagian dahi Saluki. Tak mampu menguasai diri, warga Jalan Pahang, Pabean Cantikan tersebut jatuh telentang dengan bagian belakang tengkorak menghantam aspal jalanan. 

Setelah terjatuh, Abner sempat menghampiri sang ayah kandung. Alih-alih menolong Saluki yang masih bernapas, Abner justru melarikan diri dengan membawa kabur sepeda motor dan tas milik korban.

"Sepeda motor dan tas korban ini kemudian kami temukan di daerah Karangpilang," imbuh eks Kasubdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Jatim tersebut. 

Penyebab kematian karena hantaman benda tumpul juga disampaikan oleh dr. Mustika CS. Dokter bedah forensik tersebut mengungkapkan bahwa terdapat tiga luka pada bagian kepala luar. Yaitu luka pada bagian dahi karena mendapatkan sikutan dari pelaku.

Serta luka pada bagian samping kanan dan bagian belakang kepala sisi kiri karena terjatuh menghantam aspal. Luka bagian belakang tersebut kemudian menjalar hingga mengakibatkan patah tulang kepala bagian belakang.

"Hasil pemeriksaan disimpulkan bahwa luka yang ditemukan pada bagian tubuh jenazah karena luka kekerasan benda tumpul. Penyebab kematian dinyatakan adanya kekerasan tumpul di kepala hingga pendarahan dan patah tulang," paparnya. 

Sementara itu Abner sendiri diketahui baru menikah pada awal 2025. Hartono, keponakan Saluki, menuturkan bahwa istri Abner sementara ini bertempat tinggal di Malang. Sehingga Abner kerap bepergian antara Surabaya dan Malang untuk menjenguk sang istri.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore