Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Maret 2025 | 19.02 WIB

Pemerintah Akan Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Banjir di Jabodetabek

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com). - Image

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com).

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno memastikan, pemerintah akan membuat modifikasi cuaca untuk mengatasi banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Menurutnya, pembiayaan operasi modifikasi cuaca tidak hanya dari BNPB, tapi juga dibantu pemerintah provinsi (pemprov) setempat.
 
Hal itu disampaikan Pratikno dalam rapat koordinasi bersama BMKG, Basarnas, dan BNPB secara daring, Selasa (4/3).
 
"Jadi saya ingin menegaskan bahwa memang ini kalau bisa operasi modifikasi cuaca ini bukan hanya dari BNPB, tetapi juga dari pemprov. Jadi apakah memungkinkan pemprov menyediakan juga pendanaan untuk operasi modifikasi cuaca ini dalam waktu singkat ini," kata Pratikno.
 
Ia menginstruksikan agar modifikasi cuaca segera dilakukan, mengingat berdasarkan data BMKG, hujan deras diprediksi akan terus mengguyur Jabodetabek selama sepekan ke depan. Berdasarkan analisa BMKG, puncak curah hujan tinggi terjadi pada periode 11 sampai 20 Maret 2025. Curah hujan tinggi itu terjadi di hulu Sungai Ciliwung, Puncak Bogor, Jawa Barat (Jabar).
 
"Karena Kepala BMKG tadi sudah menyampaikan ada potensi untuk terus berlanjut minimal seminggu ke depan. Jadi kita mengurangi beban di hulu, terutama di hulu Sungai Ciliwung agar tidak terus-menerus ada aliran air yang mengarah ke bawah. Jadi kalau ini bisa dikurangi dengan menurunkan mendung di laut itu akan mengurangi beban itu mungkin yang urgent dalam waktu singkat," ujar Pratikno.
 
 
Pratikno juga menekankan pentingnya keselamatan dan akses sehari-hari masyarakat. Mengingat, saat ini sudah memasuki bulan Ramadhan dan nantinya warga berbondong-bondong untuk mudik pada Hari Raya Idul Fitri. Ia berharap, pihak terkait bisa dengan sigap meminimalisir gangguan tersebut.
 
"Selain urgent, tentu saja adalah penyelamatan warga. Jadi tadi sudah dijelaskan secara detail oleh Kepala BMKG, BNPB resume-nya. Jadi mohon Basarnas di sini memimpin untuk melakukan mengkoordinasi evakuasi selain BNPB," tegas Pratikno.
 
Sementara, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengamini, cuaca ekstrem yang melanda Jabodetabek, masih akan berkangsung hingga sepekan ke depan.
 
“Per tanggal 27 Februari BMKG menyampaikan peringatan dini cuaca ekstrem sepekan ke depan. Ini kami update untuk potensi sepekan ke depan fenomena masih akan berlanjut,” uhar Dwikorita.
 
Ia mengungkapkan, puncak cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung pada 10-11 Maret 2025. Karena itu, masyarakat diminta berhati-hati dan terus memperbarui informasi terkait cuaca.
 
“Kami memohon agar terus update perkembanagn informasi cuaca,” pungkasnya.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore