JawaPos.com - Batik Air member of Lion Air Group buka suara terkait ketidaknyamanan yang terjadi kepada penumpang dengan penerbangan rute Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia (KUL) tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang (CGK) yang mengalami AC mati saat akan lepas landas.
Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi pada penerbangan nomor ID-7283 yang dijadwalkan lepas landas pukul 18.32 waktu setempat dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pukul 19.19 WIB.
Ia memastikan, saat peristiwa itu terjadi, Batik Air telah menjelaskan kepada tamu dengan menginformasikan secara jelas dan transparan tentang situasi tersebut, serta memberikan solusi alternatif yang sesuai. Danang mengungkapkan, situasi tidak nyaman itu disebabkan oleh Ground Power Unit (GPU) yang tidak bekerja secara maksimal (ground power issue).
"Kendala dapat berupa ketidakmampuan GPU memberikan pasokan listrik yang cukup pada pesawat, atau terjadi indikasi kegagalan pada sistem kelistrikan yang menyebabkan pasokan daya listrik terganggu," kata Danang dalam keterangan resmi, ditulis Jumat (14/4).
Untuk diketahui, ground power issue adalah gangguan yang terjadi pada pasokan daya listrik yang diberikan pada pesawat melalui GPU saat pesawat sedang parkir di darat.
Menurut Danang, GPU disediakan oleh pihak ketiga atau mitra ground handling yang bekerja sama dengan BatikAir di Kuala Lumpur. Peralatan itu terpisah dari pesawat dan berfungsi sebagai pemasok kelistrikan dari luar pada pesawat.
GPU, kata Danang, biasanya terletak di area parkir pesawat dan dihubungkan ke pesawat dengan menggunakan kabel listrik yang terpasang di konektor pada pesawat.
"Dengan menggunakan GPU, pesawat mendapatkan pasokan daya listrik yang dibutuhkan untuk menghidupkan sistem-sistem listrik di dalam pesawat, seperti sistem penerangan, pendingin udara, sistem avionik dan lain sebagainya," ungkapnya.
Danang juga menegaskan pesawat Boeing 737-800NG registrasi PK-LBS dalam kondisi prima, layak, dan aman dioperasikan. Kendala yang terjadi pada ketidakmaksimalan kinerja GPU telah diatasi dengan segera dan tidak mempengaruhi keselamatan penerbangan.
Batik Air dan mitra ground handling memastikan kondisi Ground Power Unit (GPU) supply electrical bekerja dengan baik dalam memastikan keandalan pasokan daya listrik pada pesawat saat parkir di darat.
Langkah yang dilakukan, pertama, mempercepat proses penanganan. Batik Air dan mitra ground handling segera memberikan perhatian dan respon yang cepat dalam menangani masalah yang terjadi pada GPU sehingga pesawat dapat segera beroperasi secara normal.
"Kedua, tim teknisi memeriksa dan mengevaluasi masalah pada GPU dan melakukan perbaikan atau penggantian peralatan yang rusak atau bermasalah, sehingga memastikan pesawat dapat beroperasi optimal menurut standar operasional prosedur (SOP) ketika di bandar udara," jelasnya.
Sebelumnya, dalam video yang beredar di media sosial, penumpang terlihat protes kepada pramugari karena AC pesawat mendadak mati saat akan lepas landas. Akhirnya sejumlah penumpang memilih untuk turun dari pesawat.
"Ini bukan naik bus yang bisa berhenti di pinggir jalan," ujar salah satu penumpang seperti dikutip dari video viral yang salah satunya diunggah oleh akun Twitter @tanterempoong, Jumat (14/4).