Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Januari 2025, 04.50 WIB

Ini Alasan Kenapa Swedia Menjadi Jujukan Pemerintah Indonesia untuk Studi Banding Program Makan Bergizi Gratis

Uji coba Makan Bergizi Gratis di Surabaya pada Oktober 2024. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Uji coba Makan Bergizi Gratis di Surabaya pada Oktober 2024. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com -  Swedia telah lama dikenal sebagai pionir dalam penyediaan makan bergizi gratis di sekolah, menjadikannya model ideal bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia, yang sudah mulai menerapkan program ini, terhitung 6 Januari 2025. 

Dilansir dari website resmi Food and Agriculture Organization of the United Nations,sejak 1940-an, Swedia telah menyediakan makan bergizi gratis kepada semua siswa berusia 7 hingga 16 tahun, dan sebagian besar siswa berusia 16 hingga 19 tahun, selama lima hari dalam seminggu. Inisiatif ini bertujuan memastikan semua anak mendapatkan makanan bergizi yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Pedoman Kualitas Makanan di Swedia

Keberhasilan Swedia dalam menjalankan program ini berakar pada enam pedoman kualitas yang ditetapkan oleh Badan Pangan Swedia:

  1. Lezat: Makanan disajikan dengan rasa yang enak agar siswa menikmatinya dan tidak merasa terpaksa.

  • Aman: Standar kebersihan dan keamanan pangan dijaga ketat untuk memastikan tidak ada risiko kesehatan bagi siswa.

  • Bergizi: Menu dirancang sesuai dengan rekomendasi nutrisi untuk mendukung perkembangan fisik dan mental anak.

  • Ramah Lingkungan: Bahan makanan dipilih dengan mempertimbangkan dampak lingkungan, seperti menggunakan produk lokal dan musiman.

  • Menyenangkan: Suasana makan di sekolah diatur agar menjadi pengalaman yang positif bagi siswa.

  • Terintegrasi dalam Kegiatan Pendidikan: Program makan siang ini juga menjadi sarana pendidikan bagi siswa tentang pentingnya gizi dan keberlanjutan.

  • Pengelolaan program ini didesentralisasi, di mana pemerintah daerah bertanggung jawab atas penyediaan dan pendanaan makanan melalui pajak lokal. Pendekatan ini memastikan bahwa kebutuhan lokal dan preferensi makanan dapat dipenuhi dengan cara yang paling sesuai.

    Dilansir dari website resmi Centre for Economic Policy Research, program makan siang untuk anak sekolah dasar yang dijalankan Swedia menunjukkan dampak positif jangka panjang. 

    Program ini berkontribusi pada peningkatan tinggi badan, tingkat pendidikan, dan kesehatan anak secara keseluruhan. Temuan ini menyoroti pentingnya nutrisi yang baik selama masa kanak-kanak dalam menentukan kesejahteraan ekonomi dan kesehatan di masa dewasa.

    Penelitian mengungkap bahwa siswa yang menerima program ini selama seluruh periode sekolah dasar mengalami peningkatan pendapatan ketika ia dewasa sekitar 3%. Dampak ini lebih signifikan pada siswa dari keluarga berpenghasilan rendah, dengan peningkatan pendapatan hingga 6%. 

    Melihat keberhasilan Swedia, dilansir Jawa Pos pada Mei 2024, Delegasi Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Stockholm untuk mempelajari program makan siang dan susu gratis yang telah lama berjalan di Swedia. 

    Sebagai langkah awal, Indonesia telah melakukan simulasi penerapan program makan siang gratis dengan harga per porsi Rp 15.000 pada 2024 lalu, sedangkan realisasinya sendiri anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Rp 10.000 per porsinya. 

    Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore