
Para santri yang sedang belajar di Pesantren. (Foto: Wikipedia)
JawaPos.com - Peringatan Hari Santri pada 22 Oktober tidak lepas dari peranan pesantren, baik dalam perjuangan bangsa maupun pendidikan Indonesia.
Pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan tertua di Indonesia, tetapi juga menjadi pusat lembaga pendidikan Islam.
Selain sebagai pusat pendidikan Islam, pesantren juga berfungsi dalam sejarah pembangunan Indonesia.
Pesantren banyak melahirkan para santri yang memiliki peran dalam pembangunan Indonesia, baik dari zaman dahulu hingga masa kini.
Kehadiran pesantren juga menjadi salah satu pembentuk karakter santri melalui pendidikan dan budaya Islam.
Meskipun tujuan utama pesantren bergerak dalam pendidikan Islam, pesantren juga memiliki fungsi dan peranan yang berbeda-beda pada setiap zaman.
Berikut fungsi serta peranan pesantren dari masa ke masa:
Tempat penyebaran agama Islam
Pesantren diakui menjadi salah satu lembaga pendidikan asli dan tertua di Indonesia. Hal ini dikarenakan pesantren menjadi produk dari budaya Indonesia yang indigenous (asli).
Masuknya agama Islam pada abad ke-13 juga menjadi salah satu berkembangnya pesantren di Indonesia, terutama Pulau Jawa.
Berkembangnya pesantren di Pulau Jawa juga dipengaruhi oleh para Walisongo yang berusaha menyebarkan agama Islam di Jawa.
Pada masa ini, pesantren tempat ‘mondok’ atau asrama bagi para santri yang datang dari berbagai wilayah di Nusantara.
Mengutip artikel Jurnal Islamic Review, sebagai penyebaran dan pendidikan Islam, pesantren menggunakan islamisasi kebudayaan dalam menyebarkan pendidikan Islam.
Walisongo menggunakan kebudayaan masyarakat tersebut untuk menarik hati masyarakat Jawa yang saat itu masih memeluk agama Hindu dan Budha.
Dengan menggunakan islamisasi kebudayaan, masyarakat dengan mudah menerima ajaran Islam, bahkan tertarik mempelajari Islam dan menjadi santri di pondok pesantren.
Sebagai gerakan perlawanan dan pergerakan menuju kemerdekaan
Pesantren semakin berkembang pada abad ke-20, tidak hanya sebagai tempat penyebaran dan pendidikan Islam saja, melainkan sebagai pusat gerakan perlawanan terhadap pemerintah Hindia Belanda.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
