Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Oktober 2024 | 15.31 WIB

Peringati Hari Santri Nasional, Peran dan Fungsi Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam dari Masa ke Masa!

Para santri yang sedang belajar di Pesantren. (Foto: Wikipedia) - Image

Para santri yang sedang belajar di Pesantren. (Foto: Wikipedia)

JawaPos.com - Peringatan Hari Santri pada 22 Oktober tidak lepas dari peranan pesantren, baik dalam perjuangan bangsa maupun pendidikan Indonesia.

Pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan tertua di Indonesia, tetapi juga menjadi pusat lembaga pendidikan Islam.

Selain sebagai pusat pendidikan Islam, pesantren juga berfungsi dalam sejarah pembangunan Indonesia.

Pesantren banyak melahirkan para santri yang memiliki peran dalam pembangunan Indonesia, baik dari zaman dahulu hingga masa kini.

Kehadiran pesantren juga menjadi salah satu pembentuk karakter santri melalui pendidikan dan budaya Islam.

Meskipun tujuan utama pesantren bergerak dalam pendidikan Islam, pesantren juga memiliki fungsi dan peranan yang berbeda-beda pada setiap zaman.

Berikut fungsi serta peranan pesantren dari masa ke masa:

Tempat penyebaran agama Islam
Pesantren diakui menjadi salah satu lembaga pendidikan asli dan tertua di Indonesia. Hal ini dikarenakan pesantren menjadi produk dari budaya Indonesia yang indigenous (asli).

Masuknya agama Islam pada abad ke-13 juga menjadi salah satu berkembangnya pesantren di Indonesia, terutama Pulau Jawa.

Berkembangnya pesantren di Pulau Jawa juga dipengaruhi oleh para Walisongo yang berusaha menyebarkan agama Islam di Jawa.

Pada masa ini, pesantren tempat ‘mondok’ atau asrama bagi para santri yang datang dari berbagai wilayah di Nusantara.

Mengutip artikel Jurnal Islamic Review, sebagai penyebaran dan pendidikan Islam, pesantren menggunakan islamisasi kebudayaan dalam menyebarkan pendidikan Islam.

Walisongo menggunakan kebudayaan masyarakat tersebut untuk menarik hati masyarakat Jawa yang saat itu masih memeluk agama Hindu dan Budha.

Dengan menggunakan islamisasi kebudayaan, masyarakat dengan mudah menerima ajaran Islam, bahkan tertarik mempelajari Islam dan menjadi santri di pondok pesantren.

Sebagai gerakan perlawanan dan pergerakan menuju kemerdekaan
Pesantren semakin berkembang pada abad ke-20, tidak hanya sebagai tempat penyebaran dan pendidikan Islam saja, melainkan sebagai pusat gerakan perlawanan terhadap pemerintah Hindia Belanda.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore