Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 September 2024 | 16.33 WIB

Seiring Target Arab Saudi, 2030 Kuota Haji Indonesia Bisa 500 Ribu

Ilustrasi ibadah Haji. - Image

Ilustrasi ibadah Haji.

JawaPos.com – Kuota haji untuk Indonesia dipastikan bakal terus bertambah. Sebab, pemerintah Arab Saudi memiliki target untuk menambah jumlah jemaah haji hingga mencapai 5 juta orang pada 2030.

Itu sesuai dengan program Saudi Vision 2030 yang dicanangkan oleh Mohammed bin Salman, putra mahkota kerajaan Saudi. Untuk Indonesia sendiri, pada 2030 nanti diperkirakan mendapat kuota sebanyak 500 ribu orang.

Perkiraan kuota haji Indonesia tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Firman M. Nur. "Kita ditantang mampu meningkatkan pelayanan jemaah haji sebanyak 241 ribu pada 2024. Lima tahun ke depan Indonesia akan melayani 500 ribu jemaah (haji)," katanya dalam pengukuhan pengurus DPP AMPHURI di Jakarta kemarin (2/9). Pengukuhan itu juga dihadiri Wapres Ma’ruf Amin.

Firman menegaskan, membengkaknya kuota haji dalam lima tahun ke depan adalah keniscayaan. Pemerintah Indonesia bersama travel-travel haji khusus harus berkolaborasi untuk menyambut kebijakan Saudi tersebut. Tujuannya agar pelayanan kepada jemaah haji reguler dan khusus tetap optimal, meski kuotanya naik berlipat.

Saudi sudah menetapkan kuota haji Indonesia tahun depan sebanyak 221 ribu. Namun, Saudi belum mengumumkan tambahan kuota. Sedangkan pada musim haji 2024 lalu, Indonesia mendapatkan kuota tetap sebanyak 221 ribu. Kemudian mendapatkan tambahan kuota haji sebanyak 20 ribu.

Dalam kesempatan itu, Ma’ruf mengatakan, masih banyak tantangan dalam pelayanan ibadah haji maupun umrah. Di antaranya dapat dilihat dari belum sempurnanya nilai pelayanan haji. "(Nilainya) sudah mulai bagus, tetapi belum sempurna," katanya.

Ma’ruf mengakui, penyelenggaraan haji adalah kegiatan akbar. Memindahkan hampir seperempat juta masyarakat Indonesia ke Saudi dalam waktu hampir bersamaan. Sehingga selalu saja ada masalah. Dia menekankan, jangan sampai masalahnya terulang. Jika persoalan berulang, artinya tidak ada upaya perbaikan.

Mantan ketua umum MUI itu mengingatkan supaya travel haji khusus maupun umrah mengedepankan aspek pelayanan. Dia menegaskan, pelayanan kepada umat itu harus menjadi niat nomor satu. Baru kemudian urusan bisnisnya. ’’Niatnya jangan bisnis di depan, khidmah (pelayanannya) di belakang,’’ tuturnya. Prinsip pelayanan harus amanah, adil, dan membawa maslahat. (wan/tyo/c17/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore