
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan kepada sejumlah bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung dalam Pilkada 2024 di Jakarta, Kamis (22/8/2024). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
JawaPos.com - PDI Perjuangan (PDIP) kembali mengumumkan 169 bakal calon kepala daerah (bacakada) yang bakal diusung dalam Pilkada 2024. Namun, khusus untuk pilgub Jakarta, Jatim, dan Jateng, nama-nama kandidat akan diumumkan menjelang pendaftaran pilkada.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa 169 kandidat itu terdiri atas 6 bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur, 151 bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati, serta 12 bakal calon wali kota dan bakal calon wakil wali kota. Sejumlah calon asal Jatim turut disebut. Yakni, Lukman Hakim (Bangkalan), Maryoto Birowo-Didik Girnoto (Tulungagung), dan Hanindhito Himawan (Kediri).
Ada juga Ipuk Fiestiandani (Banyuwangi), Sumrambah (Jombang), dan Marhaen Djumadi (Nganjuk).
”Ke-169 nama itu merupakan calon dari gelombang kedua dari total tiga gelombang yang bakal diumumkan,” terang Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.
Calon untuk wilayah Jakarta, Jatim, dan Jateng, lanjut Hasto, akan langsung diumumkan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Sebelumnya, pada 14 Agustus, PDIP telah mengumumkan 305 bakal calon kepala daerah.
Sementara itu, Megawati menyentil kondisi politik tanah air terkini. Dia melihat ada pihak-pihak yang mencoba menghalangi pemilihan secara demokratis di sejumlah daerah. Terutama di wilayah Jakarta, Banten, Jateng, dan Jatim.
Menurut dia, ada yang ingin menghambat calon tertentu dengan mempersempit ruang demokrasi. Lewat cara membangun tembok-tembok kekuasaan yang menghendaki dan memberikan dukungan terhadap calon tertentu. ”Mbok udah lah. Udah mau selesai (kekuasaannya, Red), ya selesai saja,” sindir Megawati yang disambut riuh para kader dan calon kepala daerah.
Putri proklamator Bung Karno itu mengaku mendapat banyak laporan dari seluruh elemen masyarakat. Termasuk civil society dan mahasiswa. Semua tengah bergerak dengan hati nurani masing-masing untuk menyelamatkan demokrasi. ”Indonesia kini menghadapi persoalan yang begitu serius, darurat konstitusi,” katanya.
Menurut Mega, Putusan MK Nomor 60 dan 70 Tahun 2024 menjadi angin segar demokrasi. Banyak yang mengucapkan syukur dan menilai ada campur tangan Tuhan yang menguatkan hati nurani para hakim MK.
”Atas keyakinan tersebut, meskipun saat ini muncul berbagai upaya untuk mengeliminasi putusan MK, selaku ketua umum PDI Perjuangan, saya menegaskan untuk taat sepenuhnya pada putusan MK,” ujar Mega. (elo/c19/oni)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
