
Ilustrasi: Pesawat Lion Air
JawaPos.com - Kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang menuai keprihatinan bangsa. Penanganan pasca kecelakaan yang dilakukan oleh pemerintah juga dinilai belum maksimal.
Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi V Fary Djemy Francis, menanggapi kecelakaan pesawat yang diketahui membawa 181 penumpang dan 8 awak kabin tersebut. Menurutnya, pemerintah dinilai lamban merespons kejadian tersebut.
"Respons time pemerintah lamban mengumumkan jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Karena sudah muncul informasi sejak pukul 07.00 dari Kantor SAR Jakarta, bahwa kapal AS Jaya 11 melihat pesawat Lion Air jatuh. Namun baru diinfokan pada Pukul 09.00 WIB (pesawat hilang)," kata Fary dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/10).
Fary, sapaan akrabnya, menilai dalam rentang waktu 2 jam tersebut seharusnya dapat dilakukan tindakan pertolongan pertama. Terutama mengenai pencarian terhadap korban-korban yang ada berada dalam pesawat.
"Karena dengan kecelakaan penerbangan waktu bergerak sangat cepat, dan keputusan juga harus dibuat cepat, karena menyangkut banyak penumpang dan tingginya potensi korban jiwa," pungkasnya.
Sebelumnya, pesawat Lion Air JT-610 dipastikan telah jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10). Pesawat tersebut semula dijadwalkan terbang dari bandara internasional Soekarno Hatta menuju Pangkal Pinang, Bangka Belitung.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsda TNI Muhammad Syaugi menjelaskan, pihaknya pertama kali mendapat informasi pesawat tersebut hilang kontak sekitar pukul 06.50 WIB. Kordinat hilangnya disekitar Tanjung Karawang.
"Lost contact ada di atas sini (Tanjung Karawang, Red). Ini jaraknya dari kantor Jakarta 34 NM (nautical mile, Red), dari Tanjung Priok 25 NM dan dari Karawang 11 NM," ujar Syaugi di kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10).
Saat hilang kontak, pesawat belum lama terbang setelah take off. Diperkirakan pesawat baru mencapai ketinggian 2.500 meter.
Setelah mendapat informasi pesawat hilang kontak, Basarnas langsung mengerahkan tim ke Tanjung Karawang, berbekal kordinat dari Air Traffic Control (ATC).
"Begitu kita sampai Tanjung Karawang ternyata kita temukan ada puing pesawat, pelampung, handphone, dan ada beberapa potongan benda lainnya," sambung Syaugi.
Lebih jauh Syaugi mengatakan, saat ini tim SAR tengah melakukan penyelaman ke dasar laut. Pesawat diduga berada di kedalam 30 meter.
"Kedalaman laut di situ antara 30-35 meter. Kami masih berusaha menyelam ke sana untuk temukan pesawat tersebut," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
