JawaPos.com - Dunia sepak bola Indonesia kembali tercoreng oleh ulah oknum suporter.
Pada akhir pekan lalu, mereka melempari kereta api Pasundan yang diduga di dalamnya terdapat suporter Persib yang juga nekad menyaksikan final Championship Series antara Maung Bandung menghadapi Madura United.
Tidak hanya itu, pasca pertandingan pun sejumlah oknum suporter Surabaya yang lebih banyak jumlahnya terlibat kerusuhan dengan polisi di sekitaran Jembatan Suramadu sisi Surabaya.
Menanggapi insiden tersebut, anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga berharap pihak kepolisian menindak tegas sejumlah oknum yang mengatasnamakan suporter pelaku tindakan-tindakan anarkis itu.
"Menyikapi adanya tindakan-tindakan masyarakat yang mengatasnamakan suporter dan melakukan tindakan anarkis di luar stadion, yang mengganggu masyarakat dan transportasi publik kami harap polisi bertindak tegas kalau memang sudah mengarah ke tindakan kriminal," tegas Arya seperti dikutip dari Antara.
Ia bahkan berharap tindakan tegas tersebut bisa berupa proses hukum agar ada efek jera bagi mereka.
"Bahkan jika perlu dilakukan proses-proses hukum supaya ada efek jera juga pada masyarakat yang mengatasnamakan suporter tersebut," imbuhnya.
Bagi Arya, tindakan anarkis oknum suporter tersebut yang sudah melakukan perusakan transportasi publik bahkan penyerangan terhadap kepolisian sudah termasuk dalam tindakan kriminal.
"Karena saya melihat tindakan-tindakan di luar itu, tindakan di luar stadion sampai mengganggu masyarakat, melakukan pelemparan maupun transportasi publik itu merupakan tindakan kriminal jadi perlu tindakan keras juga kami harapkan dari aparat kepada mereka," kata Arya.
Maka dari itu, ia berharap kedepannya para suporter sejati lebih berhati-hati karena tidak menutup kemungkinan ada oknum-oknum masyarakat yang mengatasnamakan diri sebagai bagian dari suporter.
"Harapan kami ke depannya kepada kelompok suporter berhati-hati dalam melangkah karena banyak saat ini masyarakat yang mengatasnamakan suporter padahal mereka bukan suporter," imbuhnya.
Dalam pertandingan leg kedua babak final Liga 1, Persib Bandung keluar sebagai juara setelah mengalahkan tuan rumah Madura United dengan skor 3-1 atau agregat 6-1.
Sayangnya, laga tersebut dinodai oleh pelanggaran suporter Persib yang nekad menonton di Stadion Gelora Bangkalan saat final leg kedua itu.
Padahal, sesuai regulasi Liga 1, penonton tim tamu dilarang hadir di stadion tim tuan rumah saat tim tamu bertandang ke lawannya, dengan alasan keamanan.
Dalam kasus kehadiran suporter Persib tersebut, mereka bisa lolos masuk ke stadion karena tidak menggunakan atribut berbau Maung Bandung.
***