Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Februari 2024 | 22.06 WIB

Santri di Kediri Dipulangkan dalam Keadaan Tak Bernyawa, Diduga Jadi Korban Penganiayaan Santri Lain

Ilustrasi penganiayaan.(Pexels (Karolina Grabowska)

JawaPos.com - Seorang santri di pondok pesantren (ponpes) di Dusun Mayan, Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, diduga tewas karena dianiaya rekan santri lain.

Santri berinisial BB yang berasal dari Banyuwangi tersebut, kini telah dipulangkan dalam keadaan tidak bernyawa.

Dilansir dari unggahan video viral yang dimuat Instagram @frix.id, Senin (26/2), terlihat tangis sejumlah keluarga santri asal Banyuwangi pecah memenuhi seisi ruangan.

Pihak keluarga korban sempat marah ketika menerima pemulangan jenazah korban dengan temuan sejumlah luka di tubuhnya. Kemarahan pihak keluarga tersebut terekam viral di media sosial.

Terdengar dari dalam video keluarga korban meminta klarifikasi pengurus pondok yang ikut mengantar korban.

“Ayoh pak, dulih (segera) klarifikasi, pak?” ucap salah satu anggota keluarga dengan bahasa Madura.

Ada pula anggota keluarga yang menyuruh keluarga yang menangis segera berhenti dan berbicara kepada pengurus pondok.

“ Ayoh dulih ambu, ayo pas acaca bhik pengurussah (Ayo segera berhenti, ayo bicara sama pengurusnya,” ucap anggota keluarga tersebut.

Sementara terlihat dalam video sang pengurus pondok yang mengantarkan jenazah santri tersebut hanya memperlihatkan gestur meminta maaf kepada keluarga korban yang menangis.

Pengurus pesantren tersebut juga menyatakan di akhir video bahwa dia tidak tahu kronologi lengkap tewasnya santri asal Banyuwangi tersebut.

“Saya tidak tahu, saya tidak tahu,” ucapnya sambil menunjukkan gestur meminta maaf pada keluarga korban yang menuntut penjelasan.

Salah satu netizen yang berkomentar dalam video tersebut menuntut agar segenap muslim mulai berani mengkritisi masalah yang berkaitan dengan pondok pesantren.

“Sudah saatnya, kita sbg muslim, berani mengkritik/kritis beberapa pondok pesantren yg ada di indonesia, terkait masalah² selama ini yg bersangkutan dgn pondok pesantren,” ujar akun tersebut.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore