Petugas membersihkan sisa pohon dan ban yang dibakar warga di tengah jalan saat melakukan pengamanan pengukuran lahan untuk pengembangan proyek Rempang Eco City, Kamis (7/9).
JawaPos.com – Konflik di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau akibat kebijakan Rempang Eco City terus bergejolak, hingga kini baru sekitar 100 kepala keluarga yang bersedia direlokasi agar Pulau Rempang kosong.
Sebanyak 100 kepala keluarga yang bersedia direlokasi ini masih sangat jauh dari target pemerintah agar Pulau Rempang kosong demi proyek Rempang Eco City, masih kurang 10 persen dari keseluruhan kepala keluarga di Pulau Rempang.
Pengosongan Rempang terus dikebut untuk kelancaran Proyek Rempang Eco City, dilansir dari metro.batampos.co.id, 100 kepala keluarga tersebut berbanding terbalik dengan pernyataan Mahfud MD selaku Menteri Politik, Hukum, dan Kemanan yang mengungkapkan bahwa sudah 80 persen warga yang bersedia untuk direlokasi.
Hal ini sejalan dengan ungkapan Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol Badan Pengusaha Batam, Ariastuty Sirait kepada Batam Pos (18/9), “Yang resmi mendaftar lebih dari 100” tuturnya.
Warga yang bersedia akan direlokasi ke Dapur Tiga, Sijantung. Selama proses relokasi dan pendataan warga yang bersedia direlokasi semuanya berada di bawah naungan BP Batam.
Meskipun berbagai ketegangan antara warga dan pemerintah setempat mulai mereda, tetapi mayoritas warga tetap menolak relokasi ini.
Baca Juga: Rempang Harus Kosong 28 September, Bahlil Beberkan Fasilitas yang Diterima 700 Warga Terdampak
Dikutip dari metro.batampos.co.id terdapat curahan hati salah satu warga yang berat hati untuk direlokasi karena jauh dari tempat mencari nafkah dan keraguan keberlanjutan proyek apabila ada pergantian kepemimpinan pada 2024 nanti.
“Kami sudah kasih tanah, tapi ternyata investasinya tidak jadi, rumahnya tidak jadi, nasib kami terkatung-katung di rumah susun”, kata salah satu warga dari Pasir Panjang, Pulau Rempang.
Tidak hanya itu, alasan peninggalan turun temurun juga menjadi penyebab warga enggan direlokasi dari Rempang.
“Sejak demo 7 September, kehidupan berubah. Hati khawatir dan resah. Pendapatan dari warung menurun drastis. Kehidupan kami tidak nyaman lagi, Saya hanya bisa memohon pertolongan Alla”, tutur Aminah kepada Batam Pos.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
