Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 September 2023 | 04.14 WIB

Soal Poros Koalisi Baru dengan Demokrat dan PKS, Sandiaga: Kita Istiqamah dengan PDIP

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sandiaga Salahuddin Uno saat menjawab pertanyaan wartawan di Padang, Sabtu, (9/8/2023). - Image

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sandiaga Salahuddin Uno saat menjawab pertanyaan wartawan di Padang, Sabtu, (9/8/2023).

JawaPos.com - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sandiaga Salahuddin Uno memastikan, pihaknya tetap konsisten mendukung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres) pada Pilpres 2024. Ia pun menyebut, tak ada lagi kelanjutan dari wacana pembentukan poros baru yang sudah ada saat ini.

Sebelumnya, Sandiaga Uno sempat melontarkan pernyataan akan menjalin komunikasi dengan Demokrat dan PKS buntut NasDem yang mengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai pasangan Capres-Cawapres 2024.

"Kita istiqamah dalam menjalankan politik amar ma'ruf nahi munkar, yaitu kita niatkan sebagai ibadah. Kita berkomitmen dengan kerja sama politik yang sudah kita tanda tangani dengan PDI Perjuangan," kata Sandiaga di Jakarta, Minggu (10/9).

Sandiaga mengutarakan, PPP akan konsisten mendukung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres pada Pemilu 2024. Ia pun menegaskan, tak akan mengkhianati PDIP.

"Kita istikomah terhadap kesepakatan yang telah kita tandatangani bersama dengan PDI Perjuangan," tegas Sandiaga.

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan, terdapat menteri aktif di Kabinet Indonesia Maju mengajak Partai Demokrat untuk membentuk poros koalisi baru. Ia menyebut, menteri itu aktif melakukan lobi untuk membangun koalisi bersama Partai Demokrat, PKS dan PPP.

"Kita juga tahu, seorang menteri, menteri masih aktif dari kabinet kerja Presiden Jokowi, secara intensif melakukan lobi, termasuk kepada Partai Demokrat dengan mengajak membentuk koalisi yang baru. Koalisi Demokrat, PKS, dan PPP," ungkap SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/9).

Bahkan, Presiden RI keenam itu mendengar bahwa inisiatif menteri itu untuk mengajak Partai Demokrat dan PKS berkoalisi, telah diketahui oleh Pak Lurah.

"Yang bersangkutan mengatakan, yang disampaikan itu, inisiatif ini, sudah sepengetahuan Pak Lurah. Kata-kata sang menteri, bukan kata-kata saya, dari yang bersangkutan," ucap SBY.

SBY menduga, ada dalang yang menggerakkan manuver politik, salah satunya terkait pasangan koalisi capres-cawapres. Meski demikian, SBY mengklaim tak mengetahui dalang tersebut.

"Katanya semua gerakan, manuver, proses politik yang ingar bingar, yang berhubungan dengan pasangan koalisi capres dan cawapres, katanya ada mastermind-nya. Saya tidak tahu siapa, katanya ada dalangnya, ada persekongkolan untuk menjalankan. Informasi," pungkas SBY.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore