
CEPAT DAN STABIL: (Dari kiri) M. Lukman, M. Alif, dan Rizki Aris mengecek kondisi kapal di kolam uji PPNS kemarin (7/10). Foto kanan, Kapal Taliwangsa Coast Guard bermanuver saat uji coba kemarin. (Robertus Risky/Jawa Pos)
JawaPos.com - Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) kembali meluncurkan tiga kapal cepat tak berawak kemarin (7/10). Ketiga kapal tersebut juga diuji coba melintasi tantangan sebelum bertanding di Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2019. Kali ini, tim PPNS mengklaim kapal yang diluncurkan lebih cepat dan stabil daripada generasi sebelumnya.
Dosen Pembimbing Kapal Autonomous Zindhu Maulana Ahmad Putra menyatakan, ada tiga kapal yang akan dibawa pada ajang KKCTBN 2019 untuk tiga kategori. Di antaranya, kapal Aero Ships untuk kategori autonomous surface vehicle, kapal Taliwangsa Coast Guard untuk kategori electric remote control, dan kapal Surasena 7 untuk kategori fuel engine. ’’Tahun ini temanya pertahanan nasional. Jadi, desain kapal-kapal yang dibuat juga bertema kapal perang,’’ katanya.
Zindhu menuturkan, persiapan pembuatan kapal cepat tak berawak terbaru membutuhkan waktu sekitar empat bulan. Kini, tim tinggal mempersiapkan strategi menuju KKCTBN. ’’Kami berusaha terus agar mendapatkan waktu yang tercepat,’’ ujarnya.
Tahun lalu, PPNS berhasil memborong tiga gelar juara sekaligus di tiga kategori yang sama. Karena itu, tahun ini tim yang bakal bertanding harus mempersiapkan kapal baru yang lebih cepat dan stabil. ’’Tahun lalu, ketiga kategori kami juara. Tahun ini, harus juara juga,’’ ucapnya.
Desainer dan Mekanik Tim Aero Ships Muhammad Lukman Hakim menjelaskan, kapal Aero Ships yang dibuat menggunakan kapal katamaran (dua lambung) wave piercing (pemecah ombak) autonomous. Berbeda dengan tahun lalu, kapal otonom yang dipakai menggunakan trimaran (tiga lambung). ’’Jadi, kapal dua lambung yang kami pakai, manuvernya lebih bagus dan tetap stabil,’’ ujarnya.
Dia menjelaskan, pembuatan kapal itu terinspirasi dari kapal HSV-2 Swift milik Amerika. Bodinya lebih ramping dan panjang. Kapasitas kapal pun lebih besar. Desain kapal pemecah ombak tersebut disesuaikan dengan kondisi perairan yang ombaknya besar.
Sementara itu, kapal Taliwangsa Coast Guard memiliki desain yang menyerupai kapal-kapal Australia. Kapal tersebut menggunakan lambung V-hull. Jadi, kapal lebih efektif dan hambatannya lebih kecil. Manuvernya pun lebih baik. ’’Dari segi stabilitasnya sangat baik dan tahan dengan rintangan, mampu menghadapi risiko lebih besar,’’ jelas Desainer Tim Cakalang 3 Muhammad Alif Zauhar.
Desainer Tim Cakalang 7 Rizki Aris menyatakan, kapal Surasena 7 mirip dengan Taliwangsa Coast Guard. Yakni, menggunakan lambung V-hull.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
