Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Februari 2019 | 17.35 WIB

Pugar Benteng Van den Bosch untuk Gairahkan Pariwisata Ngawi

Presiden Jokowi memotret produk kopi produk warga setempat di sela kunjungan Benteng Pendem, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur Jumat (1/2). Dia menjanjikan benteng tersebut segera direstorasi. - Image

Presiden Jokowi memotret produk kopi produk warga setempat di sela kunjungan Benteng Pendem, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur Jumat (1/2). Dia menjanjikan benteng tersebut segera direstorasi.

JawaPos.com - Pemerintah bakal memugar Benteng Van den Bosch di Ngawi, Jawa Timur. Tujuannya, meningkatkan kunjungan wisatawan ke kabupaten di Jawa Timur yang berbatasan dengan Jawa Tengah tersebut.


Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan revitalisasi itu bisa dituntaskan dalam waktu dua tahun. Dia menyadari, memugar bangunan bersejarah tidak bisa tergesa-gesa. Sebab, ada kaidah-kaidah kepurbakalaan yang harus diikuti.


Untuk itu, pemugaran akan dilakukan bersama ahli-ahli purbakala. "Tidak bisa cepat-cepat kayak bangun bangunan yang lain," tutur Jokowi di sela-sela kunjungan ke benteng yang terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi Kota, itu kemarin (1/2).


Mengutip situs resmi Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Ngawi, Benteng Van den Bosch alias Benteng Pendem selesai dibangun pada 1845. Ratusan tentara Belanda yang dulu bermarkas di situ dipimpin Johannes van den Bosch. Benteng tersebut dibangun karena pada masa itu Ngawi punya peran penting dari sisi perdagangan dan pertahanan.


Di benteng yang berdiri di lahan 15 hektare tersebut juga terdapat makam KH Muhammad Nursalim. Mengutip Wikipedia, beliau adalah salah satu pengikut Pangeran Diponegoro yang ditangkap dan dibawa ke benteng tersebut.


"Warisan pusaka seperti ini, heritage seperti ini, memang harus dijaga dan dipelihara," ujar Jokowi.


Dia menilai, di tengah tren berwisata yang meningkat, Benteng Van den Bosch diharapkan bisa menjadi alternatif bagi wisatawan. Namun, dibutuhkan perbaikan untuk meningkatkan daya tarik tersebut.


Berdasar pemantaun Jawa Pos di lokasi, tembok benteng memang tampak pecah-pecah. Sisa reruntuhan terbengkalai, cat luntur, hingga rumput liar yang tumbuh di banyak tempat.


Jokowi menyatakan, pembangunan akan dilakukan tahun ini. Pemerintah pusat bakal mengerjakannya langsung melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Di sela-sela peninjauan kemarin, Jokowi terlihat menelepon langsung Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.


Dia menuturkan, kawasan Benteng Van den Bosch memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Saat ini saja, sudah ada beberapa kantin dan hasil industri yang dipasarkan di sekitarnya.


"Tadi saya melihat ada kopi yang enak sekali. Tadi juga ada beras merah putih organik," ungkap Jokowi yang sempat ngopi di dalam kawasan benteng.


Pengembangan wisata menjadi bagian dari tindak lanjut pemerintah setelah pembangunan tol trans-Jawa selesai. Keberadaan tol diharapkan bisa berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi bagi daerah yang dilewati.


Kunjungan ke Ngawi kemarin merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja presiden di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada akhir pekan ini. Kemarin, selain meninjau benteng, saat di Ngawi presiden menyerahkan 253 sertifikat tanah wakaf. Jumlah itu merupakan bagian dari 7.700 sertifikat tanah wakaf yang telah diberikan di Jawa Timur.


"Itu untuk masjid, tempat pendidikan, musala, dan pondok pesantren," ujarnya.


Dia menuturkan, sertifikasi tanah wakaf perlu dilakukan untuk menghindarkan sengketa lahan. Pasalnya, berdasar aspirasi yang diterimanya, kasus-kasus sengketa lahan di fasilitas publik sekalipun masih kerap terjadi. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore