
Rektor Binus University Profesor Harjanto Prabowo dalam forum Binus Media Partnership Program (BMPP) di Bangkok, Thailand beberapa waktu lalu. (Istimewa)
JawaPos.com - ChatGPT dari OpenAI telah menjadi topik hangat di dunia kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) belakangan ini. Aplikasi ini menawarkan kepada pengguna chatbot canggih yang mampu memahami permintaan kompleks dan memberikan respons yang akurat.
Teknologi mutakhir ini telah menarik perhatian orang-orang di seluruh dunia yang ingin mengeksplorasi kegunaan potensialnya. Namun, minat yang berkembang ini juga menarik perhatian penjahat dunia maya, mengeksploitasi hype untuk keuntungan mereka.
Hal membuat keresahan di dunia pendidikan. Apalagi, sistem belajar mengajar secara online sudah mulai dilakukan sejak pandemi Covid-19. Namun, Binus University mempunyai cara untuk mendidik mahasiswanya agar tidak menggunakan teknologi tersebut dalam proses belajar mengajar.
Mahasiswa Bisa di DO
Tak tanggung-tanggung, Binus University akan mengeluarkan mahasiswanya yang ketahuan mencontek. Hal ini merupakan bentuk integritas Binus University dalam membentuk generasi bangsa yang baik.
"Kalau di Binus ada mahasiswa yang ketahuan mencontek akan di-DO. Sekarang sudah ada 86 mahasiswa yang di droup out," kata Rektor Binus University Profesor Harjanto Prabowo dalam forum Binus Media Partnership Program (BMPP) di Bangkok, Thailand beberapa waktu lalu.
Harjanto menjelaskan saat ujian mau dimulai di setiap kelas, suaranya sebagai rektor diputar untuk mengingatkan agar mahasiswa tidak melakukan kecurangan plus ada CCTV yang memantau gerak-gerik mahasiswa.
Aturan DO begitu ketahuan mencontek ini berlaku bukan cuma mahasiswa yang ujian offline atau di luar jaringan yang berada di kelas. Semua unit pendidikan di Binus bisa menerapkan aturan ini dibantu dengan sistem dan teknologi, termasuk buat mahasiswa yang ujian online/dalam jaringan atau jarak jauh.
Tidak Hafalan
Keberadaan teknologi AI seperti ChatGPT, Bard dan sebagainya merupakan tantangan tersendiri dalam pembelajaran hingga rawan plagiarisme bagi mahasiswa. Pihak Binus University pun sudah memikirkan langkah-langkah untuk tidak terjadi plagiat.
"Jangan lagi mengajarkan hafalan atau definisi. Utamakan analytical skill dan problem solving," ungkapnya.
Menurutnya, Binus saat ini sedang mengembangkan sistem yang bisa melacak bahwa tugas kuliah itu dikerjakan menggunakan AI generatif atau tidak. Lagi-lagi, hal itu dilakukan untuk membangun integritas mahasiswanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
