Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Maret 2018 | 19.25 WIB

Prabowo Subianto Diserang Hoax, Tak Didukung Keluarga Ikut Pilpres

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) saat pengumuman calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said. - Image

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) saat pengumuman calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said.

JawaPos.com – Beredar kabar di media sosial, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tidak didukung oleh pihak keluarga dalam kontestasi Pilpres 2019. Alasannya lantaran kondisi Prabowo yang tidak fit seperti sebelum terserang stroke.


Namun ternyata kabar ini hanyalah berita bohong semata, alias hoax. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menegaskan, ketua umumnya dalam kondisi sehat walafiat. Keluarga pun mendukung Prabowo maju di Pilpres 2019.


Hoax yang tersebar di media sosial menurutnya adalah fitnah kerjaan oknum yang tidak ingin Prabowo maju di Pilpres 2019.


“Waduh, Pak Prabowo sangat fit. Itu fitnah. Saya sampaikan Pak Prabowo dalam kondisi fit. Bahkan lebih fit untuk menghadapi Pilpres 2019,” ujar Fadli saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (1/3).


Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini juga menambahkan, keluarga besar menyatakan mendukung penuh ‎pencalonan Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2019. Oleh sebab itu Fadli mengaku aneh adanya kabar hoax tersebut.


“Tidak ada satu pun dari keluarga yang menyatakan tidak setuju. Semuanya mendukung,” katanya.


Fadli menduga, ‎hoax tersebut sengaja dimunculkan supaya Prabowo Subianto tidak bisa ikut berkompetisi di Pilpres 2019. Namun demikian, lanjut Fadli, adanya hoax ini justru semakin menguatkan Partai Gerindra untuk mendukung Prabowo Subianto.


“Pasti itu orang suruhan, dan kami solid kok mendukung Pak Prabowo,” pungkasnya.


Sekadar informasi, di akun Twitter @DalulatDalimunte menyebutkan bahwa Prabowo Subianto tidak diizinkan oleh keluarga bersaing dengan Jokowi di pilpres 2019.


Itu dikarenakan kondisi kesehatan mantan Danjen Kopassus tersebut yang tidak memungkinkan karena mengalami stroke sebanyak tiga kali.


Berikut ini isu kabar hoax tersebut.


“Keputusan keluarga besar minta Prabowo agar tidak nyapres 2019 sangat logis. Kondisi kesehatan Prabowo tidak fit seperti sebelum mengalami stroke tiga kali. Stroke pertama terjadi tak lama setelah pilpres 2009. Prabowo tidak terima kalah dicurangi habis-habisan. Puluhan juta suara palsu,” isi cuit @DaulatDalimunte.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore