Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Agustus 2026 | 04.13 WIB

3 Fakta Lagu Indonesia Raya Tiga Stanza, Mengapa Selama Ini Lebih Sering Dinyanyikan Satu Stanza?

Penyanyi Antea Putri Tru, cicit buyut dari kakak kandung W.R. Soepratman, membawakan lagu Indonesia Raya versi tiga stanza. (istimewa) - Image

Penyanyi Antea Putri Tru, cicit buyut dari kakak kandung W.R. Soepratman, membawakan lagu Indonesia Raya versi tiga stanza. (istimewa)

JawaPos.com - Versi asli lagu Indonesia Raya yang selama ini selalu dinyanyikan masyarakat di Tanah Air sebenarnya memiliki tiga stanza. Namun, dalam berbagai upacara dan acara resmi, masyarakat lebih sering mendengar atau menyanyikan versi satu stanza atau stanza pertama. 

Kebiasaan tersebut bukan terjadi tanpa alasan, melainkan berkaitan erat dengan peraturan pemerintah yang mulai diberlakukan sejak 1958.

Pencipta lagu Indonesia Raya, Wage Rudolf Soepratman atau W.R. Supratman, pertama kali memperdengarkan lagu Indonesia Raya di hadapan peserta Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Saat itu, Indonesia Raya dimainkan dengan biola dan belum dinyanyikan dengan lirik karena situasi kolonial.

Untuk mengetahui lebih dalam lagu terkait lagu versi asli atau versi awal, berikut 3 fakta menarik tentang lagu Indonesia Raya 3 stanza:

1. Isi Lirik Lagu Indonesia Raya Tiga Stanza

Lagu Indonesia Raya bukan lagu yang sejak awal hanya terdiri dari satu stanza yang selama ini dikenal masyarakat. Versi aslinya sejak tahun 1928 memiliki 3 stanza dengan lirik yang berbeda.

Stanza pertama berisi tentang semangat persatuan dan kecintaan terhadap Tanah Air. Pesan utamanya tercermin dalam bagian “Marilah kita berseru, Indonesia bersatu.”

Stanza kedua membawa pesan tentang harapan dan nuansa doa kepada Tanah Air. Indonesia tidak hanya dipandang sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai negeri yang memiliki martabat dan harus dijaga kehormatannya.

Adapun stanza ketiga berbicara tentang tekad untuk menjaga Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai negara yang hidup, maju, dan besar dengan menjaga pulau, laut, semuanya. Semangatnya tidak berhenti pada rasa cinta Tanah Air, tetapi berlanjut pada tindakan nyata dan pengabdian.

Pesan penting dalam stanza ini adalah kesetiaan kepada Indonesia dan dorongan agar rakyat terus berusaha membangun bangsa. Pesannya antara lain tergambar melalui “Marilah kita berjanji, Indonesia abadi.” 

2. Kebiasaan Menyanyikan Indonesia Raya Satu Stanza Sejak 1958

Pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa masyarakat Indonesia lebih akrab dengan lagu Indonesia Raya versi satu stanza?

Editor: Abdul Rahman
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore