Film Good Time (Dok. Theguardian)
JawaPos.com - Good Time adalah film thriller kriminal yang melempar penonton ke dalam malam penuh ketegangan dan keputusan nekat yang berdampak panjang.
Film ini digarap oleh duo sutradara Josh dan Benny Safdie, dengan naskah yang ditulis oleh Josh Safdie bersama Ronald Bronstein.
Robert Pattinson memerankan Connie, seorang pria yang berupaya mengeluarkan adiknya dari penjara setelah perampokan yang gagal, peran Pattinson menghadirkan energi frustasi dan determinasi yang menjadi jantung cerita.
Kisah berpusat pada satu malam yang berubah menjadi rangkaian keputusan tak terduga, dari upaya pembebasan, pertemuan dengan berbagai lapisan kehidupan kota, hingga konflik dengan pihak berwajib.
Baca Juga: Sinopsis Film Thelma and Louise, Perjalanan yang Mengguncang Hidup, Penuh Pengkhianatan, Pembelaan Diri, dan Nasib Tak Terduga Dua Sahabat
Awal film menempatkan penonton langsung ke dalam urgensi,operasi perampokan sederhana berujung pada penangkapan adik Connie, Nick, dan segera setelah itu Connie berkelana mencari cara cepat untuk mendapatkan uang dan kebebasan yang tampaknya mustahil dalam hitungan jam saja.
Seluruh narasi digerakkan oleh naluri protektif Connie sekaligus kebodohannya, Connie menolak menyerah pada sistem, memilih jalan gelap dan improvisasi yang menimbulkan konsekuensi semakin besar, film ini menyorot bagaimana cinta keluarga bisa memicu keputusan berbahaya ketika pilihan lain terasa tidak mungkin.
Tokoh-tokoh pendukung yang Connie temui selama malam itu bukan sekadar figuran, mereka memantulkan realitas kota yang keras, pencari keuntungan instan, penyintas jalanan, petugas yang lelah, dan orang-orang yang menilai moralitas melalui kebutuhan sehari-hari saja.
Interaksi singkat namun ini memperlihatkan bagaimana keputusan satu orang dapat memengaruhi jaringan kecil kehidupan orang lain, memberi film dimensi sosial selain ketegangan plot semata.
Good Time tidak menawarkan penyelesaian yang manis, alur klimaksnya lebih memilih konsekuensi yang pahit dan terbuka, meninggalkan penonton dengan perasaan tidak nyaman namun juga terpaku oleh kekuatan narasi yang konsisten sejak awal.
Meski bergenre kriminal, Good Time kerap juga memunculkan momen-momen humanis yang menyentuh, sekecil apapun upaya Connie, motifnya sering kembali pada hubungan adik-kakak, rasa bersalah, dan ketakutannya akan penyesalan seumur hidup.
Bagi penonton yang mencari thriller dengan ritme cepat, karakter kompleks, dan pendekatan sinematik yang berani, Good Time adalah salah satu film yang wajib kalian tonton.
Secara keseluruhan, Good Time adalah contoh film independen kontemporer yang memadukan ketegangan kriminal dengan kajian karakter mendalam, membuktikan bahwa malam yang singkat bisa cukup untuk mengubah hidup dan menorehkan cerita yang sulit dilupakan.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
